Pemilihan Presiden Barcelona Krusial bagi Nasib Marcus Rashford

Marcus Rashford, Barcelona, Manchester United, Rashford, Man United, Liga Spanyol, pemilihan presiden, Pemilihan Presiden Barcelona Krusial bagi Nasib Marcus Rashford

Nasib Marcus Rashford di Barcelona bisa dipengaruhi oleh pemilihan presiden baru klub yang digelar bulan depan.

Marcus Rashford dipinjam Barcelona dari Manchester United pada musim panas 2025.

Dengan posisi penyerangan yang terbatas di sisi sayap kiri, Barcelona memilih untuk mendatangkan Rashford dengan status pinjaman selama satu musim penuh pada 2025-2026.

Selain itu, masa depan Rashford di Old Trafford juga tidak menentu di bawah pelatih Ruben Amorim, yang tidak menjadikannya bagian dari rencana Man United untuk musim 2025-2026.

Dalam kesepakatan peminjaman, Manchester United memberikan opsi untuk membeli Rashford secara permanen di akhir masa peminjamannya.

Seandainya Barcelona ingin mempermanenkan Rashford, mereka harus membayar sebesar 30 juta euro, atau sekitar Rp 597 miliar.

Keputusan Barcelona untuk meminjam Rashford terbukti tepat. Sebab, di bawah arahan Hansi Flick, Rashford menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencetak 4 gol dan 8 assist di Liga Spanyol.

Secara total, Rashford telah mencetak 10 gol dan memberikan 13 assist dalam 34 pertandingan di berbagai kompetisi.

Rashford juga berhasil membantu tim meraih trofi pertama, yaitu Piala Super Spanyol 2026.

Penampilannya yang mengesankan membuat manajemen klub berencana untuk mempermanenkan statusnya pada akhir musim nanti.

Rashford yang merupakan jebolan akademi Manchester United telah menyatakan keinginannya untuk tetap berada dan bahagia di skuad utama Barcelona.

Namun, seperti yang dilaporkan oleh Goal Internasional, masa depan Rashford di Camp Nou mungkin akan terpengaruh oleh pemilihan presiden baru klub yang dijadwalkan pada 15 Maret mendatang.

Rashford bergabung saat Joan Laporta menjabat sebagai presiden. Laporta adalah pihak yang menyetujui transfer Rashford ke Barcelona.

Marcus Rashford, Barcelona, Manchester United, Rashford, Man United, Liga Spanyol, pemilihan presiden, Pemilihan Presiden Barcelona Krusial bagi Nasib Marcus Rashford

Presiden Barcelona, Joan Laporta. Terkini, Joan Laporta percaya timnya masih akan dominasi Real Madrid di Liga Spanyol 2025/2026. (Foto: Tangkapan layar BARCA TV)

Laporta Calonkan Diri Lagi

Laporta berencana untuk mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk ketiga kalinya.

Sejak Senin (9/2/2026), Laporta telah mengajukan pengunduran diri untuk fokus pada pemilu. Langkah ini merupakan syarat yang harus ditempuh Laporta agar bisa ikut pemilihan presiden lagi.

Saat ini, posisi pimpinan klub dipegang oleh wakil pertama, Rafa Yuste.

Jika Joan Laporta terpilih kembali, peluang Barca mempermanenkan status Rashford akan sangat besar.

Namun, situasi akan berbeda jika presiden baru bukan Laporta.

Kandidat presiden lain, seperti Victor Font, memiliki pandangan yang berbeda dan mungkin akan mendorong perubahan di dalam klub.

Jelas, masa depan Marcus Rashford akan tergantung pada hasil pemilu presiden Barcelona yang akan diketahui setelah 15 Maret mendatang.

Perlu dicatat bahwa untuk mempermanenkan statusnya, Barcelona harus menunggu hingga bursa transfer musim panas 2026 atau setelah musim ini selesai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang