Joan Laporta Mundur dari Jabatan Presiden Barcelona
Joan Laporta telah memutuskan. untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai Presiden Barcelona.
Tindakan ini diambil Joan Laporta sebagai bagian dari prosedur untuk mempersiapkan diri maju lagi dalam pemilihan presiden klub yang akan datang.
Barcelona mengonfirmasi melalui pernyataan resmi bahwa sejumlah anggota dewan direksi juga akan mundur untuk mengikuti proses pemilihan ulang.
"Sesuai dengan Pasal 42.f dari Statuta FC Barcelona, presiden Joan Laporta telah mengundurkan diri dari jabatannya untuk memenuhi syarat mencalonkan diri dalam pemilihan Dewan Direksi yang akan dilaksanakan pada 15 Maret."
9 Direktur Klub Juga Undur Diri
"Pengunduran diri ini diformalisasi dalam rapat biasa Dewan Direksi yang diadakan pada hari Senin ini, di mana pemanggilan pemilihan secara resmi diumumkan," tulis pernyataan resmi klub, Senin (9/2/2026).
Selain Laporta, sembilan direktur Barcelona lainnya juga mengundurkan diri, karena mereka juga akan mencalonkan diri kembali untuk posisi yang sebelumnya mereka pegang.
"Beberapa anggota dewan saat ini juga telah melepaskan jabatan mereka untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan. Secara khusus, pengunduran diri diajukan oleh wakil presiden untuk Bidang Institusional, Elena Fort; wakil presiden untuk Bidang Sosial, Rafael Escudero; serta anggota dewan Ferran Oliver, Josep Maria Albert, Javier Barbany, Miquel Camps, Aureli Mas, Javier Puig, dan Joan Soler i Ferre."
Presiden Barcelona Joan Laporta (kiri) bersama Presiden Real Valladolid Ronaldo Nazario (kanan) menghadiri laga Barcelona vs Real Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol musim 2022-2023 di Stadion Camp Nou, Senin (29/8/2022) dini hari WIB. Ketika datang ke stadion, Joan Laporta mencuri perhatian karena matanya yang lebam.
Laporta Lepas Jabatan pada 9 Februari
Pengunduran diri ini diformalkan dalam rapat rutin Dewan Direksi yang berlangsung pada hari Senin, bersamaan dengan pengumuman resmi tentang pemilihan.
Laporta resmi melepaskan jabatannya pada 9 Februari, yang bertepatan dengan hari dimulainya proses pemilihan.
Langkah ini memungkinkan dirinya untuk ikut serta dalam pemungutan suara yang dijadwalkan pada 15 Maret 2026.
Selama periode ini, Laporta dan sejumlah direktur lainnya akan menghentikan sementara aktivitas manajerial untuk fokus pada kampanye pemilihan kembali.
Sementara itu, operasional klub akan tetap berjalan di bawah kepemimpinan Wakil Presiden Barca, Rafael Yuste.
Laporta juga menyampaikan rasa optimisnya dan berharap proses pemilihan dapat berlangsung dengan transparan dan menjadi contoh yang baik bagi klub.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang