DPR Bakal Panggil Kemensos-KemenPPPA Buntut Bocah SD Bunuh Diri di NTT

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko

 Komisi VIII DPR RI berencana memanggil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) serta Kementerian Sosial (Kemensos), buntut kasus anak bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan, sekaligus mendorong perbaikan kebijakan agar kasus serupa tidak terulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surat yang ditulis bocah kelas 4 SD di Ngada NTT sebelum bunuh diri

Sebab menurut Singgih, kasus tersebut menjadi peringatan serius lemahnya perlindungan terhadap anak.

“Ya nanti segera panggil sama kementerian, sama Komisi VIII kita jadwalkan minggu depan lah,” kata Singgih saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibebankan pada satu kementerian saja. Ia menilai perlindungan anak harus dilakukan secara terpadu, termasuk melalui kebijakan bantuan sosial yang tepat sasaran.

“Kita itu mau di Kemensos dan Kementerian PPPA semuanya ini enggak cuma satu kementerian ya, itu saling melengkapi juga nanti dengan Pemda juga,” ujarnya.

Singgih menyoroti fokus program KemenPPPA yang selama ini lebih banyak menangani kasus kekerasan seksual, sementara aspek psikologis anak belum menjadi perhatian utama.

“Kemarin kan selalu fokusnya itu Kementerian PPPA ke masalah kejahatan seksual atau pelecehan seksual, tapi yang masalah ini kan mereka baru ternyata ini,” katanya.

Ia pun mendorong KemenPPPA segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“PPPA harus segera membuat program-program yang tidak hanya perlindungan perempuan dan anak, tapi juga perlindungan terhadap psikologi anak,” tegas Singgih.

Polisi melakukan olah TKP bocah tewas gantung diri di Ngada, NTT

Polisi melakukan olah TKP bocah tewas gantung diri di Ngada, NTT

Selain itu, Singgih menilai Kemensos perlu mengevaluasi kebijakan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini momentum semuanya, momentum di Kemensos juga momentum di PPPA, supaya nanti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.