Hampir Setiap Minggu Ada Percobaan Bunuh Diri di Bandung, Farhan: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Wali Kota Bandung, percobaan bunuh diri, Hampir Setiap Minggu Ada Percobaan Bunuh Diri di Bandung, Farhan: Ini Sangat Mengkhawatirkan, Mengapa Fenomena Percobaan Bunuh Diri Terus Terjadi?, Langkah Apa yang Dilakukan Pemerintah Kota Bandung?, Bagaimana Upaya Deteksi Dini Dilakukan di Sekolah?, Apakah Pemerintah Pusat Juga Turun Tangan?

 Fenomena percobaan bunuh diri yang terjadi berulang kali di Kota Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai peristiwa tersebut menunjukkan adanya tekanan psikologis yang cukup tinggi di tengah masyarakat.

Belum lama ini, beberapa kejadian percobaan bunuh diri dilaporkan terjadi di salah satu jembatan layang di Kota Bandung.

Peristiwa yang berulang ini memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan mental warga, terutama di lingkungan perkotaan yang memiliki tingkat tekanan sosial dan ekonomi yang cukup tinggi.

Farhan menilai fenomena ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus yang berdiri sendiri. Menurutnya, kemunculan kasus yang terus berulang menandakan adanya persoalan yang lebih besar terkait kesehatan mental masyarakat.

"Fenomena ini sudah tidak bisa diabaikan lagi. Terbukti, hampir setiap minggu selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri di Bandung. Ini sangat mengkhawatirkan," ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Senin (10/3/2026).

Mengapa Fenomena Percobaan Bunuh Diri Terus Terjadi?

Menurut Farhan, tindakan bunuh diri umumnya merupakan akumulasi dari tekanan psikologis yang berlangsung dalam waktu lama.

Stres berkepanjangan dan depresi yang tidak tertangani dapat mendorong seseorang berada pada kondisi mental yang sangat rentan.

Ia menjelaskan bahwa bunuh diri hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Biasanya, seseorang telah mengalami tekanan mental dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum akhirnya sampai pada tahap depresi berat.

"Bunuh diri biasanya terjadi ketika seseorang sudah masuk ke tahap depresi berat dalam jangka waktu lama. Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir, bahkan depresi yang sangat kuat," jelasnya.

"Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Artinya, yang harus kita lakukan adalah bagaimana penanganannya sejak awal. Masalah gangguan kejiwaan di warga Kota Bandung harus kita tangani bersama-sama," sambungnya.

Langkah Apa yang Dilakukan Pemerintah Kota Bandung?

Untuk mencegah terjadinya kasus serupa, Pemerintah Kota Bandung menugaskan aparat kewilayahan untuk melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat percobaan bunuh diri.

Farhan menyebutkan bahwa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah Bandung Wetan telah melakukan patroli secara rutin setiap hari.

"Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli setiap hari. Namun patroli tentu ada kemungkinan meleset. Kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun, itu sangat berbahaya," jelasnya.

Selain patroli, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang melalui pendekatan kesehatan mental sejak usia sekolah.

Bagaimana Upaya Deteksi Dini Dilakukan di Sekolah?

Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mental siswa di berbagai jenjang pendidikan. Langkah ini diambil setelah adanya temuan mengenai tingginya tingkat stres di kalangan pelajar.

Farhan mengungkapkan bahwa survei menunjukkan puluhan ribu pelajar di Kota Bandung mengalami tekanan psikologis dengan tingkat yang berbeda-beda.

"Maka yang kami lakukan sebenarnya adalah mengkurasi sejak mereka masih anak-anak di sekolah. Survei membuktikan bahwa ada sekitar 75.000 anak sekolah dari tingkat SD sampai SMA di Kota Bandung, dari berbagai level, yang mengalami stres ringan hingga depresi berat," tuturnya.

Dengan data tersebut, pemerintah daerah menilai pentingnya keterlibatan sekolah dalam mendeteksi gejala gangguan psikologis sejak dini.

Apakah Pemerintah Pusat Juga Turun Tangan?

Farhan mengatakan bahwa fenomena meningkatnya percobaan bunuh diri di Kota Bandung juga telah menjadi perhatian pemerintah pusat.

Saat ini, pemerintah daerah menunggu implementasi program dari Kementerian Kesehatan yang akan memperkuat layanan kesehatan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Program tersebut direncanakan menempatkan psikolog klinis di puskesmas agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan konseling dan pendampingan psikologis.

"Saya sedang menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis untuk praktik di puskesmas. Jadi di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis," tandasnya.

Selain memberikan layanan langsung kepada masyarakat, para psikolog tersebut juga akan memberikan pelatihan kepada guru bimbingan konseling (BK).

Pelatihan ini bertujuan agar para guru mampu mengidentifikasi siswa yang menunjukkan gejala gangguan psikologis sejak dini.

Melalui langkah tersebut, diharapkan penanganan masalah kesehatan mental dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko tindakan bunuh diri dapat dicegah.

Kontak Bantuan

Bunuh diri dapat terjadi ketika seseorang mengalami tekanan berat dan merasa tidak memiliki dukungan.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami kondisi serupa, penting untuk segera mencari bantuan profesional.

Masyarakat dapat mengakses layanan konseling dan dukungan kesehatan jiwa melalui Into The Light Indonesia melalui laman berikut:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Dukungan dari keluarga, teman, dan tenaga profesional sangat penting untuk membantu seseorang keluar dari situasi sulit dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang