Bocah SD Bunuh Diri di NTT, Anggota DPR: Semoga Bangsa Ini Sadar agar Tak Terjadi Lagi

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira

 Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kasus bocah SD yang mengakhiri hidupnya secara tragis di Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk tidak terulang kembali.

Menurut dia, meski negara belum mampu mengentaskan kemiskinan secara total, keluarga dan lembaga masyarakat seharusnya turut prihatin untuk bertanggung jawab atas timbulnya kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semoga dari peristiwa (itu) kita semua di bangsa ini, di masyarakat ini sadar, sehingga tidak terjadi lagi," kata Andreas di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Surat yang ditulis bocah kelas 4 SD di Ngada NTT sebelum bunuh diri

Dia merasa kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani.

Untuk itu, dia pun meminta kepada pihak kepolisian agar menyelidiki dan menjelaskan penyebab kasus tersebut.

Pemerintah daerah, kata dia, juga harus secara serius menangani keluarga dari bocah tersebut.

Bagaimanapun, kata dia, kasus itu menjadi tamparan bagi seluruh pihak, karena bocah itu diduga putus asa dan merasa hilangnya perhatian dan kasih sayang, baik dari keluarga dan masyarakat.

"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa," kata dia.

Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. (Ant)