AFC Turun Tangan Langsung, Sepak Bola Malaysia Krisis Kepengurusan, FAM Terpaksa Diambil Alih Sementara

Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM)
Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM)

Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM mendadak kehilangan seluruh jajaran petingginya setelah satu per satu anggota Komite Eksekutif memutuskan mundur secara serentak. Situasi darurat itu membuat Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC harus turun tangan langsung demi menyelamatkan roda organisasi agar tidak lumpuh.

Langkah intervensi ini bukan sekadar pendampingan biasa. AFC memastikan akan terlibat langsung dalam proses penataan ulang struktur manajemen FAM, mulai dari evaluasi tata kelola hingga pembenahan sistem administrasi.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor Paul John dalam konferensi pers usai rapat Komite Khusus FAM periode 2025 sampai 2029 di Wisma FAM, Kuala Lumpur.

"Kami perlu mengidentifikasi dengan jelas apa saja masalah yang ada dan di mana jaraknya dengan standar tata kelola modern federasi sepak bola. Setelah itu AFC akan memberikan rekomendasi serta menyusun kriteria baru yang lebih sesuai," ujar Windsor dikutip TheThao247.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM)

AFC kemudian membentuk tim khusus untuk melakukan audit menyeluruh. Tim ini dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal AFC Vahid Kerdani bersama sejumlah konsultan independen. Mereka akan menilai sistem manajemen, transparansi, hingga efektivitas operasional organisasi.

Hasil evaluasi tersebut nantinya disusun dalam laporan lengkap dan akan dibawa ke Kongres FAM untuk dibahas serta disahkan sebagai dasar restrukturisasi.

Meski kepengurusan inti kosong, aktivitas sepak bola Malaysia dipastikan tetap berjalan. Kompetisi, urusan administratif, dan keuangan tidak boleh berhenti.

Untuk sementara, AFC memberi mandat kepada Sekretaris Jenderal dan Bendahara FAM sebagai pelaksana harian.

"Keputusan ini sepenuhnya sesuai dengan statuta FAM. Ketika Komite Eksekutif tidak ada, Sekretaris Jenderal dan Bendahara dapat mengambil alih agar operasional tetap stabil," tegas Windsor.

Selain itu, FAM juga membentuk kelompok manajemen internal yang berisi para kepala departemen. Tim ini bertugas mengurus kegiatan harian sekaligus menjaga koordinasi dengan FIFA dan AFC selama masa transisi.