Rusia Bikin Robot Humanoid, Baru Dikenalkan Langsung Melambai Tangan dan "Pingsan"

Robot, Rusia, robot humanoid, rusia, robot ai, Rusia Bikin Robot Humanoid, Baru Dikenalkan Langsung Melambai Tangan dan

Robot humanoid buatan perusahaan rintisan Rusia, Artificial Intelligence Dynamic Organism Lab (AIDOL), mengalami insiden sesaat setelah dikenalkan ke publik.

Robot humanoid yang juga diberi nama Aidol itu roboh dan mirip jatuh "pingsan" hanya beberapa detik setelah tampil di panggung acara teknologi di Moskow pada 11 November lalu.

Menurut laporan New York Times, robot setinggi 1,8 meter dengan bobot sekitar 100 kg itu diperkenalkan sebagai robot antropomorfik pertama Rusia yang digerakkan AI.

Robot Aidol diklaim mampu berjalan dengan kecepatan hingga 10 kilometer per jam, beroperasi otonom selama enam jam, dan dapat menampilkan emosi.

Saat diperkenalkan kepada publik, Aidol berjalan melintasi panggung diiringi oleh musik tema "Rocky". Namun, sebelum mencapai ujung panggung, robot itu mengangkat tangan seolah melambai, kehilangan keseimbangan, berhenti mendadak, lalu jatuh tertelungkup.

Penyelenggara acara menyebut insiden tersebut dipicu masalah kalibrasi dan pencahayaan. Mereka mengeklaim bahwa robohnya robot bukan kegagalan sistemik, melainkan bagian dari proses pengembangan teknologi.

Pihak perusahaan juga mengaku terkejut dengan besarnya reaksi publik dan warganet yang mempertanyakan kemampuan robot tersebut.

Dalam pernyataan resminya, pihak AIDOL mengatakan "bingung" bahwa jatuhnya robot dari perusahaan rintisan kecil dapat memicu perhatian internasional.

"Kami merasa cukup terkejut melihat fakta bahwa sebuah robot dari perusahaan rintisan robotika kecil jatuh di atas panggung telah menimbulkan kekhawatiran global," tulis pihak AIDOL.

Mereka menegaskan bahwa AIDOL adalah perusahaan independen beranggotakan hanya 14 orang tanpa pendanaan eksternal, tetapi memiliki level yang sebanding dengan proyek-proyek robotika internasional.

Dirangkum dari The Independent, para peneliti robotika menilai insiden ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan, mengontrol gerakan, dan mendeteksi lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi robot humanoid, terutama ketika beroperasi di dunia nyata yang tidak terstruktur.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.