Salesforce PHK 4.000 Karyawan, Perannya Diambil Alih AI

Perusahaan perangkat lunak berbasis cloud asal Amerika Serikat, Salesforce, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan.
Pemangkasan tersebut membuat jumlah staf dukungan pelanggan Salesforce menyusut hingga hampir 50 persen, dari 9.000 menjadi sekitar 5.000 karyawan.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Salesforce, Marc Benioff, dalam wawancara di podcast The Logan Bartlett Show.
“Saya butuh lebih sedikit kepala (karyawan). Saya telah menguranginya dari 9.000 orang menjadi sekitar 5.000 karena saya butuh lebih sedikit orang,” ujar Benioff, dikutip KompasTekno dari BusinessInsider, Rabu (3/9/2025).
Benioff mengatakan bahwa posisi yang ditinggalkan karyawan, akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI).
Ia menjelaskan, agen AI (agentic) akan mengambil alih sebagian besar interaksi dengan pelanggan dan terbukti meningkatkan produktivitas perusahaan.
Selama bertahun-tahun, Salesforce menghadapi kendala dalam menangani lebih dari 100 juta prospek penjualan yang stagnan dalam 26 tahun terakhir.
“Ada lebih dari 100 juta prospek yang belum pernah kami hubungi kembali di Salesforce selama 26 tahun terakhir karena kami tidak memiliki cukup banyak orang. Tapi sekarang kami memiliki program agentic AI yang menelepon kembali setiap orang yang menghubungi kami,” ujar Benioff.
Secara umum, agentic AI merupakan program cerdas yang bekerja secara otonom dan otomatis untuk menyelesaikan tugas.
Menurut Salesforce, agentic AI bekerja dengan cara memecah satu masalah besar ke dalam serangkaian tugas kecil sehingga bisa diselesaikan lebih cepat dan efisien dibandingkan tenaga manusia.
Dirangkum KompasTekno dari TechRadar, Kamis (4/9/2025), meski jumlah karyawan berkurang signifikan, Salesforce tetap mempertahankan kombinasi tenaga kerja manusia dan AI.
Tenaga manusia yang tersisa, nantinya akan bekerja di bawah program yang disebut Benioff sebagai "omni channel supervisor". Program ini akan membantu agen AI dan tenaga manusia untuk bekerja sama.
Benioff mengeklaim bahwa skor kepuasan pelanggan dari AI dan interaksi manusia, kurang lebih tetap sama.
Soal implementasi AI di perusahaan, Benioff yakin bahwa saat ini setiap perusahaan mengarah ke agentic enterprise, yakni perusahaan yang memanfaatkan agen AI.
Meskipun mengganti ribuan karyawannya dengan AI, Benioff mengritik perusahaan-perusahaan yang tidak merekrut pekerja dari kalangan lulusan baru alias fresh graduate.
Ia menyebut bahwa mereka melewatkan kesempatan, lantaran talenta muda yang memiliki ketrampilan dalam pengoperasian AI, adalah kandidat potensial bagi perusahaan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.