PSSI Gandeng KNVB, Talenta Muda Digembleng dengan Metode Sepak Bola Belanda
Upaya meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia terus dilakukan dari berbagai daerah, termasuk Papua yang selama ini dikenal sebagai salah satu gudang talenta terbaik Tanah Air. Kali ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama PT Freeport Indonesia menggandeng Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) untuk memberikan pelatihan kepada pelatih serta pembinaan teknik bermain bagi anak-anak Papua.
Program pelatihan tersebut berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5 Timika, pada 28 hingga 30 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan pelatih dari Papua Football Academy (PFA), Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana, serta Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).
Kolaborasi dengan KNVB menjadi langkah strategis untuk memperkaya metode pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi kepelatihan hingga praktik lapangan yang mengadopsi kurikulum sepak bola Belanda, salah satu sistem pembinaan yang dikenal sukses melahirkan banyak pemain kelas dunia.
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan.
“Sangat luar biasa banyak ilmu baru yang di dapatkan oleh para pelatih, PFA maupun dari YPJ dan SATP,” kata Ratu Tisha di Timika, Sabtu 30 Mei 2026 dikutip Antara.
Menurut dia, peserta dari berbagai latar belakang pembinaan mampu beradaptasi dengan baik terhadap materi yang diberikan. Meski memiliki fokus berbeda, mulai dari sepak bola prestasi hingga sepak bola rekreasi, seluruh peserta dapat mengikuti kurikulum KNVB secara optimal.
“kurikulumnya mengutamakan area partisipasi sepak bola mulai dari bawa, materi-nya lebih taktis, lebih mudah dimengerti dan saat praktek anak- anak sudah terbiasa dan bisa mengikuti dengan baik,” ujarnya.
Ratu Tisha juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemain muda Papua Football Academy yang dinilai mampu menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan selama sesi latihan berlangsung.
Ia menilai para pemain muda Papua memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi, bahkan ketika harus menjalani latihan dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Padahal kemarin di pelatihan itu mereka bermain di tengah hujan tetapi mereka bisa menyesuaikan dengan pola dan gaya latihan baru yang diterapkan pelatih dari luar negeri,” kata Ratu.
Kemampuan tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa fondasi sepak bola yang dimiliki anak-anak Papua sudah sangat baik. Dengan bekal tersebut, mereka dinilai mampu menerima metode latihan yang lebih modern dan berintensitas tinggi.
“Karena dasarnya sudah bagus sehingga untuk mereka mengikuti latihan di area latihan dengan intensitas lebih tinggi mereka bisa mengikutinya," lanjutnya.
Lebih jauh, Ratu menegaskan bahwa pengembangan sepak bola Indonesia tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. PSSI juga terus menanamkan empat nilai utama yang menjadi landasan pembinaan sepak bola nasional, yakni disiplin, bermain bersih, rasa hormat, dan persatuan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sudah terlihat dalam sistem pembinaan yang diterapkan Papua Football Academy.
“Saya melihat di PFA kurikulum yang mereka bentuk ini turunan dari empat nilai PSSI mulai dari disiplin, rasa hormat terhadap guru, sportifitas dan persaudaraan yang kuat. Ini contoh yang sangat baik dari tanah Papua yang harus kita gaung kan untuk Indonesia,” kata Ratu.
Sementara itu, Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sepak bola, khususnya di Papua.
“Mengembangkan teknik strategi bermain bola secara khusus bagi para pelatih dan anak di Papua Football Academy dan bagi para pelatih dari sekolah YPJ dan SATP,” ujar Nathan.
Ia menjelaskan bahwa coaching clinic bersama KNVB ini bukan pertama kali digelar. Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan dan mendapat respons positif dari para peserta.
“Tahun ini dibuat sedikit beragam dengan melibatkan delapan pelatih lain dari dua sekolah yang berafiliasi dengan PTFI, yaitu YPJ & SATP. Terima kasih kepada semua pelatih yang sudah meluangkan waktu selama tiga hari ini belajar dari kedua instruktur KNVB,” kata Nathan.
Kolaborasi antara PSSI, KNVB, dan PT Freeport Indonesia ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola yang lebih kuat di Papua. Dengan dukungan metode pelatihan internasional dan potensi besar yang dimiliki putra-putri Papua, peluang lahirnya bintang-bintang baru untuk Timnas Indonesia semakin terbuka lebar.