Buku "Sepak Bola Kita Semua": Menyelami Sepak Bola yang Sebenarnya
Sepak bola bukan melulu soal statistik, skor, dan hasil akhir. Ada cerita maupun kisah humanis di sana, dan buku “Sepak Bola Kita Semua” mengajak untuk menyelami sepak bola yang sebenarnya.
Buku bertajuk “Sepak Bola Kita Semua” dan “Ragam Warna Sepak Bola” karya jurnalis senior KOMPAS, Adi Prinantyo, diluncurkan pada Jumat (5/6/2026).
“Membaca buku ini akan jadi tahu sepak bola yang sebenarnya,” ujar Adi Prinantyo dalam sesi peluncuran buku di Kompas Institute, Jakarta.
Sepasang buku ini merupakan jejak panjang Adi Prinantyo sebagai wartawan olahraga.
Kisah-kisah dalam buku “Sepak Bola Kita Semua” dan “Ragam Warna Sepak Bola” menjadi wadah lain untuk menuturkan kembali lebih kurang 3500 artikel yang pernah ia guratkan di lembar-lembar Harian KOMPAS.
Adi Prinantyo pun teringat bahwa dirinya pernah menuliskan sebuah artikel berjudul “Pepesan Kosong Indonesia Super League” yang berisi keresahan tentang kompetisi sepak bola nasional.
“Yang pertama tentu syarat kompetisi yang ideal adalah profesionalisme,” ujar Adi Prinantyo dalam sesi peluncuran bukunya.
PSSI baru-baru ini intens menjalin koneksi dengan FFF, Federasi Sepak Bola Perancis, terutama dalam membangun sepak bola putri.
Sistem persepakbolaan Eropa yang sudah terbangun rapi, jadi sebuah contoh ideal bagi Indonesia.
Tetapi, Adi Prinantyo juga menyebut bahwa Indonesia juga harus melihat ke tetangga di Asia.
“Federasi harus menjaga jangan sampai ada konflik kepentingan. Kalau mau contoh di Eropa banyak sekali contoh kompetisi Eropa yang berkualitas. Contoh terdekat bagaimana Jepang berbenah,” tutur Adi Prinantyo yang pernah meliput langsung Piala Dunia 2014 di Brasil.
Berkembangnya kompetisi Jepang datang dari kemauan untuk belajar. Bahkan, Jepang juga sempat menjadikan liga profesional Indonesia di awal 1990-ab Galatama, sebagai salah satu contoh.
“Jepang kemudian mencari format kompetisi ideal salah satunya ada yang bertanya ke Indonesia, kompetisi Galatama yang lebih dulu eksis,” tutur Adi Prinantyo.
Liga yang kompetitif dan kuat jadi fondasi Jepang untuk tumbuh jadi kekuatan baru Asia. Terhitung sejak 1998, Jepang selalu lolos ke Piala Dunia.
Persoalan tentang bagaimana mengembangkan kompetisi yang sehat dan kompetitif ini jadi bukti bahwa sepak bola lebih dalam dari sekadar urusan skor dan hasil akhir.
“Dalam buku ini kita melihat begitu banyak masalah bola yang bisa ditangkap secara jurnalistik,” tutur Sindhunata, jurnalis senior KOMPAS yang kerap menuliskan kolom-kolom sepak bola dengan nilai filosofis.
“Buku ini saya kira kaya dalam berbagai macam hal, yang tidak sekadar bola tetapi juga informasi refleksi hal hal di luar bola yang untuk pembaca sangat diperlukan,” ujar penulis novel Anak Bajang Menggiring Angin tersebut.
Bola adalah olahraga yang sangat disukai oleh masyarakat saya kira tulisan apa pun mengenai bola sangat dinantikan. Apalagi tulisan sepak bola yang tidak sekadar mengenai hal- hal yang teknis belaka, tetapi juga ketegangan-ketegangan, masalah masalah psikologis, sosiologis, atau politik,” ucap pria yang juga kerap dipanggil dengan Romo Sindhu itu.
Sepak bola bukan hanya tentang permainan di atas lapangan hijau. Kisahnya bisa memanjang lebih dari 90 menit.
Eks jurnalis Tabloid BOLA, Sapto Haryo Rajasa, yang turut hadir dalam acara perilisan buku ini, mengisahkan perjalanan dirinya meliput Piala Dunia bersama Adi Prinantyo.
“Pada 2014 kami tinggal di tempat Jacksen F Tiago, di Rio de Janeiro” ujar Sapto Haryo Rajasa, menyinggung nama sang legenda Persebaya yang memang lahir dan besar di Brasil.
“Waktu itu ya kami benar-benar seperti anak kos. Mengganti galon sendiri, memasak menu untuk sahur, juga kena banjir karena mencuci baju,” kata Sapto Haryo Rajasa mengungkap sisi lain dari sebuah peliputan ajang besar Piala Dunia.
Kisah-kisah di balik layar dan di luar lapangan macam ini tentu sangat berbeda dengan betapa glamornya siaran sepak bola di layar kaca atau rangkaian artikel yang tayang di media massa. Tetapi, inilah sepak bola yang sebenarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang