Krisis Timnas Malaysia, Ultras Resmi Umumkan Boikot dan Layangkan Tiga Tuntutan

Malaysia, Hari Buruh, Ultras Malaysia, Krisis Timnas Malaysia, Ultras Resmi Umumkan Boikot dan Layangkan Tiga Tuntutan

Kelompok suporter Ultras Malaysia menyatakan boikot terhadap seluruh aktivitas Timnas Malaysia. 

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (1/5/2026) sebagai respons lanjutan atas polemik pemain naturalisasi palsu Malaysia.

Dalam pernyataan resmi, mereka menegaskan langkah tersebut sebagai fase awal aksi protes.

“Kita dengan suara bulat memutuskan untuk menerapkan Fase 1 boikot, yang mencakup pemboikotan semua pertandingan yang melibatkan tim nasional Malaysia dengan segera,” bunyi pernyataan tersebut.

Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Buruh dan disebut sebagai bentuk tekanan agar perubahan segera dilakukan.

Ultras juga menetapkan batas waktu hingga 31 Agustus, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Malaysia.

Tiga Tuntutan Utama Suporter

Dalam aksinya, Ultras Malaysia mengajukan tiga tuntutan kepada pihak terkait.

Pertama, pencabutan kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi.

Kedua, pengembalian pengelolaan tim nasional ke federasi. 

Ketiga, perombakan menyeluruh pada sistem sepak bola nasional.

Malaysia, Hari Buruh, Ultras Malaysia, Krisis Timnas Malaysia, Ultras Resmi Umumkan Boikot dan Layangkan Tiga Tuntutan

Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam

Mereka menegaskan bahwa tuntutan tersebut harus dipenuhi sebelum tenggat waktu berakhir.

Jika tidak ada perubahan, aksi akan berlanjut ke tahap berikutnya dengan dampak lebih luas.

“Tindakan ini diambil demi masa depan sepak bola Malaysia, masa depan yang lebih bermartabat, terorganisir, dan bertanggung jawab,” lanjut pernyataan itu.

Aksi ini juga menandai kembalinya sikap keras kelompok suporter sejak mereka boikot pada 2017 lalu akibat kekecewaan terhadap performa tim.

Dampak Skandal Naturalisasi

Kasus ini bermula dari dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi pemain.

Tercatat ada tujuh pemain asing disebut terlibat dalam polemik tersebut.

Proses hukum telah berjalan hingga ke FIFA dan Court of Arbitration for Sport.

Hasilnya, Malaysia dinyatakan bersalah dan menerima sejumlah sanksi, termasuk denda, pembatalan hasil pertandingan, serta larangan tampil bagi pemain terkait.

Meski demikian, belum ada pihak ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus ini.

Pemerintah dan federasi sempat membentuk tim investigasi independen, namun penyelidikan belum menghasilkan kejelasan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan suporter dan menjadi latar belakang aksi boikot terhadap tim nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang