Dokter Ungkap Makna Perubahan Warna Keputihan, dari Pink hingga Cair seperti Air

ilustrasi organ intim/vagina/ keputihan
ilustrasi organ intim/vagina/ keputihan

 Keputihan adalah hal yang umum dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alami vagina, sekaligus mencegah infeksi dengan membantu menjaga jaringan tetap sehat. Meski keputihan tergolong normal, perubahan pada warna, bau, tekstur, atau jumlahnya bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Untuk memahami bagaimana perubahan tidak normal pada keputihan dapat muncul, dokter spesialis onkologi radiasi sekaligus pemimpin klinis bedah radiofungsional di HCG Hospitals, Dr. Lohith Reddy menjelaskan arti perubahan pada warna, bau, tekstur, dan volume keputihan.

“Sebagai dokter onkologi radiasi, saya sering menangani perempuan yang didiagnosis kanker serviks pada tahap ketika tanda peringatannya sebenarnya sudah ada, tetapi diabaikan. Salah satu gejala yang paling sering muncul namun kerap diremehkan adalah keputihan yang tidak biasa atau berlangsung terus-menerus,” kata dia dikutip dari laman Hindustan Times, Kamis 29 Januari 2026.

Hal ini menunjukkan pentingnya memberi perhatian pada sesuatu yang selama ini dianggap normal. Reddy mengingatkan bahwa meskipun keputihan wajar terjadi saat siklus menstruasi, kehamilan, atau perubahan hormon, perubahan yang menetap pada warna, bau, tekstur, atau jumlahnya tidak boleh diabaikan.

Warna keputihan

Salah satu tanda awal adanya perubahan adalah warna keputihan. Warna tertentu bisa mengarah pada kondisi serius dan sebaiknya tidak dianggap sepele.

“Keputihan normal biasanya bening atau keputih-putihan. Namun, keputihan yang bercampur darah, berwarna merah muda, cokelat, atau cairan bening yang mengandung darah di luar masa haid perlu diwaspadai,” kata dia.

Infeksi

Keputihan sering kali menjadi tanda paling awal adanya infeksi. Reddy menekankan bahwa perubahan warna bisa menjadi petunjuk penting.

“Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu umumnya menandakan infeksi. Jika berlangsung lama atau tidak membaik dengan pengobatan biasa, kondisi leher rahim perlu diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Kanker serviks

Pada kondisi serius seperti kanker serviks, perubahan keputihan juga bisa menjadi gejala awal. Reddy menjelaskan bahwa keputihan akibat kanker serviks sering berupa cairan encer yang bercampur darah, terutama setelah berhubungan intim, di luar masa haid, atau setelah menopause.

Bau

Keputihan yang sehat biasanya tidak berbau atau hanya berbau sangat ringan. Bau yang menyengat, tidak sedap, atau busuk terutama jika terus-menerus merupakan tanda peringatan.

“Pada penyakit leher rahim stadium lanjut, jaringan tumor yang rusak dan infeksi sekunder bisa menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Berbeda dengan infeksi seperti vaginosis bakterialis, keputihan akibat kanker biasanya tidak membaik dengan obat-obatan standar,” kata dia menjelaskan.

Tekstur

Selain warna dan bau, tekstur keputihan juga dapat memberi petunjuk penting tentang masalah kesehatan yang tersembunyi.

Menurut Reddy, tekstur sama pentingnya meski sering kurang diperhatikan. Tanda peringatan utama adalah keputihan yang sangat banyak dan encer seperti air.

“Banyak perempuan menggambarkannya sebagai cairan yang terus keluar dan terasa sangat encer hingga bisa membasahi pakaian dalam. Seiring waktu, keputihan ini bisa menjadi lengket, bernanah, atau bercampur darah. Berbeda dengan keputihan normal yang bersifat siklus, keputihan akibat kanker cenderung menetap dan semakin lama semakin memburuk,” kata dia.