Dokter Aisah Dahlan Ungkap Kekuatan Doa dari Sudut Pandang Ilmiah

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa

Doa kerap dipahami sebagai kegiatan spiritual sebagai bentuk permohonan, harapan hingga ungkapan pujian kepada Tuhan. Penceramah sekaligus praktisi Neuroparenting skill, dr. Aisah Dahlan, menjelaskan kekuatan doa secara ilmiah yang ternyata bekerja menggerakkan sistem saraf hingga setiap doa terwujud. 

dokter Aisah menyampaikan bahwa setiap lafaz doa yang diucapkan akan diproses oleh tubuh. Ini kemudian memicu respons dari dalam diri seseorang.

"Dari sisi ilmu neuro sains pada saat kita melafazkan doa, nanti apa yang diucapkan akan jalan di sistem saraf tubuh dan sistem saraf itu kerjanya kaya kabel listrik,” ujar Dr. Aisah Dahlan dikutip dari potongan video pendek YouTube Wanita Muslimah pada Senin, 22 Desember 2025. 

Ia menjelaskan, sistem saraf berfungsi sebagai penghantar pesan yang mengalirkan informasi ke seluruh tubuh. Saat seseorang berdoa, pesan yang diucapkan tidak berhenti di pikiran, tetapi diterjemahkan tubuh sebagai sinyal untuk bersiap menghadapi apa yang diniatkan dalam doa tersebut.

Dokter Aisah Dahlan

“Kemudian pesan itu akan memberi pesan kepada seluruh tubuh ini untuk bersiap-siap,” ungkapnya.

 

Dr. Aisah memberi contoh sederhana. Ketika seseorang berdoa untuk kebaikan hidupnya, tubuh secara alami akan mulai menunjukkan respons kesiapan. 

“Nanti manifesnya apakah misalnya kalau kita yang perempuan misalnya sudah mulai juga bertambah cantik, dandan dulu sedikit atau mempekuat mentalnya sehingga membaca buku, baca Quran, ikut kursus-kursus,” katanya.

Menurutnya, perubahan perilaku tersebut merupakan tanda bahwa tubuh sedang menyiapkan diri untuk mewujudkan niat yang telah dilafazkan. Doa, dalam konteks ini, menjadi pemicu awal perubahan sikap dan kebiasaan.

“Itu tanda tubuh bersiap-siap. Untuk itu terus ada,” lanjut Dr. Aisah.

Lebih jauh, ia mengaitkan kekuatan doa dengan konsep bioplastik pada tubuh manusia. Ia menyebut tubuh memiliki sinyal alami berupa gelombang elektromagnetik yang bekerja secara halus namun nyata.

“Terus uniknya, karena tubuh kita ada bioplaatiknya jadi ada sinyalnya. Sinyal ini (berupa) gelombang elektromagnetik. Itu mem-broadcast pesan niat tadi,” jelasnya.

Menurut Dr. Aisah, pada titik inilah terjadi apa yang sering disebut sebagai “tarikan”. Niat yang disampaikan lewat doa tidak hanya menggerakkan diri sendiri, tetapi juga memancarkan sinyal yang selaras dengan tujuan yang diharapkan.

“Nah di sinilah terjadi tarikan,” pungkasnya.