Dokter Ungkap 4 Masalah Kulit yang Banyak Dialami Laki-laki, Termasuk Jerawat

Tak hanya perempuan, laki-laki juga menghadapi berbagai masalah kulit yang bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri.
Sayangnya, kesadaran pria untuk merawat kulit wajah masih tergolong rendah.
Padahal, menurut dermatolog dari Dermalogia Clinic, dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, FINSDV, perawatan kulit bagi laki-laki sama pentingnya dengan perempuan.
Berikut ini beberapa masalah kulit yang paling umum dialami laki-laki, simak selengkapnya.
4 Permasalahan kulit yang banyak dialami laki-laki
1. Permasalahan rambut
Permasalahan paling banyak dikeluhkan laki-laki adalah rambut rontok hingga kebotakan.
Arini menyatakan, masalah ini tak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri.
“Permasalahan yang paling banyak dikeluhkan laki-laki itu rambut. Sebab, seiring bertambahnya usia, akar rambutnya tidak sekuat dulu dan lebih mudah mengalami kebotakan,” jelasnya dalam acara The Launch of EMFACE bersama BTL Aesthetics di Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025).
Kebotakan biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon, tetapi bisa diperburuk oleh stres, pola makan yang buruk, dan kurangnya perawatan kulit kepala.
Apabila tidak ditangani sejak dini, garis rambut bisa mundur atau bahkan hilang total di area tertentu.
2. Jerawat
Meski identik dengan remaja, jerawat juga banyak dialami pria dewasa.
Aktivitas tinggi, paparan polusi, dan kebiasaan tidak membersihkan wajah setelah berkeringat membuat kulit mudah berjerawat.
Laki-laki cenderung memiliki kulit yang lebih berminyak daripada perempuan, sehingga pori-pori lebih rentan tersumbat.
Sayangnya, banyak pria yang tidak memiliki rutinitas perawatan dasar, seperti mencuci muka dua kali sehari atau menggunakan produk non-komedogenik.
Jika dibiarkan, jerawat bisa menyebabkan bekas luka, noda hitam, bahkan infeksi kulit yang lebih serius.
3. Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bercak gelap atau warna kulit yang tidak merata, terutama di area wajah, leher, atau tangan.
Kondisi ini sangat umum terjadi pada pria yang sering beraktivitas di luar ruangan namun jarang memakai tabir surya.
“Biasanya karena terlalu sering beraktivitas di luar ruangan, jadi warna kulitnya tidak merata,” kata Arini.
Paparan sinar UV berlebih tanpa perlindungan menyebabkan produksi melanin meningkat, sehingga area tertentu menjadi lebih gelap.
Jika tidak dicegah, bintik hitam bisa muncul lebih banyak dan sulit dihilangkan meski dengan perawatan intensif.
4. Keratosis seboroik di usia tua
Keluhan lain yang sering muncul pada pria di usia matang adalah keratosis seboroik, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintil-bintil berwarna cokelat atau hitam pada permukaan wajah.
“Laki-laki itu juga sering banget mengalami keratosis seboroik ketika tua. Itu seperti ada bintil-bintil di kulit wajah dan menjadi efek jangka panjang, karena tidak rutin pakai sunscreen,” ungkap Arini.
Keratosis seboroik bersifat jinak, tetapi bisa mengganggu secara estetika.
Bintil tersebut muncul akibat akumulasi paparan sinar UV selama bertahun-tahun.
Meski tidak berbahaya, kemunculannya bisa dicegah dengan penggunaan sunscreen secara teratur sejak muda.
Kenapa laki-laki perlu konsisten merawat kulit?
Lebih jauh Arini menegaskan, permasalahan kulit tidak akan hilang dengan sendirinya.
Tanpa perawatan, kerusakan kulit justru bisa bertambah parah seiring pertambahan usia.
Sebab, kulit wajah laki-laki pun bisa mengalami penurunan kualitas seiring waktu jika tidak dirawat secara konsisten.
“Perawatan buat laki-laki itu tidak kalah pentingnya dengan perempuan. Tapi perempuan biasanya lebih fokus pada keindahan bentuk wajahnya,” tutur dia.
Ia menyarankan para pria untuk mulai merawat kulit dengan langkah sederhana seperti membersihkan wajah secara teratur, memakai pelembab, dan tidak lupa menggunakan sunscreen setiap hari.
“Yang namanya masalah kulit itu enggak akan berkurang seiring waktu, malah bisa terus bertambah seiring bertambahnya usia,” tegasnya.
Dengan perawatan dasar yang konsisten, berbagai masalah kulit bisa dicegah sejak dini.