Marissa Anita Ungkap Makna Baju Hitam yang Dipakai saat Sidang Cerai, Bukan Berkabung
Marissa Anita dan Andrew Tigg menjalani sidang cerai perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Rabu, 19 November 2025. Didampingi kerabat dan tim kuasa hukumnya, Aktris berusia 42 tahun ini hadir menggunakan baju berwarna hitam.
Marissa memilih mengenakan baju berwarna hitam di sidang cerai perdananya. Bukan untuk merepresentasikan kesedihan atau suasana berkabung atas perpisahannya dengan Andrew, Marissa mengungkap makna lain dari warna hitam yang melambangkan kesuburan dan kelahiran kembali.
"Saya hari ini memakai baju hitam. Baju hitam itu kan biasanya artinya yang kita tahu dalam kultur tertentu, itu adalah berkabung. Tapi kalau misalnya di sebuah pemahaman lain atau kultur lain, warna hitam itu adalah warna yang artinya terlahir kembali," kata Marissa saat ditemui awak media di Jakara pada Rabu, 19 November 2025.
Makna filosofis warna hitam sebagai kelahiran baru dari salah satu buku yang pernah ia baca. Makna itu diambil dari keberadaan tanah di tepi Sungai Nil yang berwarna hitam yang kemudian diartikan menjadi simbol kesuburan dalam kepercayaan tertentu.
"Tanah di dekat Sungai Nil warnanya hitam. Tapi tanah itu sangat subur. Makanya itu ada pemahaman bahwa warna hitam itu berarti artinya terlahir kembali," jelas Marissa.
Dari makna tersebut, Marissa mengatak siap membuka lembara hidup baru dan menyambut fase hidup selanjutnya. Ia menyebut busana hitam yang dikenakannya sebagai bentuk afirmasi bahwa dirinya kuat, siap bangkit, dan menata ulang masa depan.
“Saya siap untuk membuka buku yang baru, saya terlahir kembali, menyambut Marissa di usia 42 hingga nanti ajal menjemput,” katanya menutup pernyataan.
Meskipun begitu, Marisaa tidak memungkiri perceraian ini membawa duka dan kesedihan. Lebih jauh, ia mengartikan keputusan mengakhiri rumah tangga dengan Andrew Tigg setelah 17 tahun bersama merupakan bagian dari fase kehidupannya.
"Saya memang sengaja menggunakan warna hitam, bahwa oke, dalam perceraian itu memang kita ada masa berkabung, ada masa berduka. Karena ini merupakan periode dalam hidup di mana saya menutup buku satu buku dalam kehidupan saya," pungkasnya.