Doa Ressa untuk Denada: Tak Ada Kebencian, Tak Minta Materi

Denada, Doa Ressa untuk Denada: Tak Ada Kebencian, Tak Minta Materi

Di tengah polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Denada, Ressa Rizky Rosano menyampaikan harapan yang sederhana.

Bukan soal materi atau gugatan hukum, melainkan pengakuan dan komunikasi secara baik-baik dengan ibu kandungnya.

Ressa mengaku telah mengetahui asal-usul dirinya sejak remaja. Meskipun demikian, ia memilih menahan perasaan dan tidak langsung membuka persoalan tersebut ke ruang publik.

Berikut doa Ressa terhadap Denada beserta pesan untuk penyanyi tersebut.

Doa Ressa ingin diakui sebagai anak

Ressa mengatakan doa terbesarnya selama ini adalah bisa diakui sebagai anak oleh ibu kandungnya.

Pengakuan ini mengemuka saat Denny Sumargo mengajak Ressa membayangkan jika Denada mengakui dirinya sebagai anak setelah menonton video pengakuannya tanpa harus melanjutkan proses hukum.

"Doaku yang mulai dulu terkabul berarti," ujar Ressa, dikutip dari video YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah pada Senin (26/1/2026).

Ia mengaku tidak menyimpan kebencian, meski merasa sedih dengan situasi yang terjadi.

"Enggak benci. Bagaimanapun itu tetap ibu," tuturnya.

Pesan Ressa untuk Denada

Kepada Denada, Ressa berpesan agar persoalan tersebut tidak semakin panjang dan berharap ada pengakuan secara terbuka.

"Bu, kan ini masalahnya lah biar enggak tambah panjang Resa mintanya ya cepat diakuin," ujarnya.

Selain itu, Ressa mempertanyakan perlakuan yang ia dapatkan, terutama ketika melihat perhatian Denada terhadap putrinya.

"Kenapa yang sakit dibela sampai sejatuh-jatuhnya, aku sih enggak iri atau gimana. Cuman lihat dari posisi Aisyah sama Resa sendiri kan berbeda," ujarnya.

"Kenapa kok Resa ini ya seharusnya jelas sebagai kakaknya Aisyah bisa juga masalah dulu Aisyah sakit bisa juga Resa yang bantuin atau ngejagain. Kenapa Resa kok yang dibuang?" ucapnya.

Tidak menuntut materi

Ressa menegaskan dirinya tidak menuntut bantuan materi. Ia menyebut sudah terbiasa bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.

"Masalah uang, Resa enggak minta uang. Resa bisa kerja sendiri, cari uang sendiri," katanya.

Meskipun berharap diakui oleh Denada, Ressa mengaku ibu Ratih yang telah banyak berjasa untuk hidupnya. 

"Kalau enggak ada mama, Ressa bukan apa-apa," ujar Ressa, menegaskan ikatan emosionalnya dengan Ratih.

Sementara itu, Ratih Puspita Dewi, menggambarkan Ressa sebagai anak yang tumbuh dengan kasih sayang penuh di dalam keluarganya.

Ia merupakan adik Emilia Contessa sekaligus perempuan yang membesarkan Ressa sejak bayi. 

Dalam perbincangan tersebut, Ratih menyebut Ressa tidak pernah kekurangan perhatian dan tumbuh menjadi pribadi yang penyayang.

Ia mengaku membesarkan Ressa sejak usia kurang dari 10 hari dan memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.

Ratih juga menyebut kedekatannya dengan Ressa begitu kuat hingga sang anak kerap tidur bersamanya hingga usia remaja.

Ia menegaskan, selama ini Ressa dibesarkan tanpa pernah merasa menjadi beban.

Pihak keluarga menyebut, kesedihan Ressa melihat ibunya didatangi orang-orang tak dikenal terkait persoalan cicilan mobil menjadi salah satu pemicu kuat dibukanya jalur hukum. 

Sebagai anak, Ressa mengaku tidak tega melihat kondisi tersebut.

Meski demikian, keluarga menegaskan harapan utama tetap pada komunikasi dan penyelesaian secara tertutup serta kekeluargaan, bukan konflik berkepanjangan di ruang publik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang