Denada Tak Paksa Diakui Sebagai Ibu Setelah Bertemu Ressa

Denada dan Ressa Rizky.
Denada dan Ressa Rizky.

 Kisah haru datang dari penyanyi Denada yang baru-baru ini mengungkapkan perjalanan emosionalnya setelah akhirnya bertemu dengan anak kandungnya, Ressa Rizky Rosano. Momen tersebut bukan hanya menjadi pertemuan biasa, tetapi juga membuka kembali luka lama, rasa bersalah, serta harapan untuk masa depan hubungan mereka.

Berbeda dari banyak kisah serupa, Denada justru mengambil sikap yang tidak biasa. Ia tidak ingin memaksakan hubungan sebagai ibu kepada Ressa, meskipun secara biologis ia adalah sosok yang melahirkannya. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Denada mengungkapkan bahwa hal pertama yang ingin ia lakukan saat bertemu Ressa adalah meminta maaf. Ia menyadari sepenuhnya bahwa masa lalu yang pernah ia jalani telah meninggalkan luka bagi anaknya.

“Aku pengen minta maaf sama dia. Buat semua rasa sakit, rasa sedih, rasa kecewa... yang dia rasakan karena aku. Nggak usah lihat siapa-siapa, nggak usah nyari siapa-siapa. Itu salahku. Semua itu salahku,” ungkap Denada dengan penuh emosi yang dikutip dari YouTube Feni Rose pada Jumat, 20 Maret 2026. 

Pengakuan tersebut memperlihatkan betapa besar rasa tanggung jawab yang ia rasakan. Bahkan, Denada juga memahami jika Ressa belum bisa menerima kehadirannya dengan mudah. Ia tidak menuntut pengakuan ataupun hubungan instan sebagai ibu dan anak.

“Aku mengerti kalau dia tidak semudah itu memaafkan. Aku mengerti,” lanjutnya.

Salah satu hal yang ingin Denada luruskan adalah anggapan bahwa dirinya pernah membuang anaknya. Ia menegaskan bahwa keputusan di masa lalu bukanlah bentuk penolakan, melainkan pilihan yang menurutnya terbaik pada saat itu.

“Aku nggak pernah mau buang dia. Aku nggak pernah mau buang dia. Nggak pernah,” tegasnya.

Denada menjelaskan bahwa sejak dalam kandungan, ia sudah berkomitmen untuk mempertahankan dan melahirkan Ressa. Namun, kondisi hidup saat itu membuatnya merasa belum mampu memberikan lingkungan yang ideal bagi sang anak.

Karena itulah, Ressa kemudian diasuh oleh keluarga dekatnya yang dianggap bisa memberikan kehidupan yang lebih lengkap, dengan kehadiran figur ayah dan ibu. Meski begitu, Denada mengaku tetap memantau dan memberikan dukungan dari jauh.

Kini, setelah bertemu kembali, Denada memilih untuk tidak terburu-buru membangun hubungan. Ia menyadari bahwa semua butuh proses, terutama bagi Ressa yang harus menerima kenyataan besar dalam hidupnya.

“Kalau boleh... kalau boleh. Tapi aku tidak ingin memaksa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menambah beban bagi Ressa dengan berbagai tuntutan emosional.

“Aku tidak mau menempatkan seseorang di posisi yang terpaksa… aku datang sekarang ini lalu aku memberondong dia dengan semua dan memberikan tuntutan-tuntutan kepada dia: ‘Kamu harus menerima aku sebagai ibumu’,” jelas Denada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, ia memilih untuk menunggu dengan sabar hingga Ressa benar-benar siap membuka hati. Baginya, kehadiran yang tulus jauh lebih penting dibanding pengakuan yang dipaksakan.

“Tapi aku bilang kan, aku di sini. Kapan aja kamu udah bisa membuka hatimu kepadaku, aku di sini. Sebagaimana aku selalu di sini. Aku selalu di sini kok, aku nggak ke mana-mana kok,” tandasnya.