Blak-blakan! Denada Sebut Ayah Kandung Ressa Rizky Ogah Tanggung Jawab

Denada.
Denada.

 Pengakuan mengejutkan datang dari penyanyi sekaligus publik figur Denada yang akhirnya membuka kisah masa lalunya terkait kelahiran putra pertamanya, Ressa Rizky Rosano. 

Dalam pernyataan yang disampaikan secara terbuka, Denada mengungkap bahwa dirinya harus menghadapi kehamilan di usia muda tanpa dukungan dari ayah biologis sang anak. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perbincangan bersama Feni Rose, Denada mengakui bahwa ia hamil di luar pernikahan saat usianya masih sekitar 20 tahun. Di tengah kebingungan yang melanda kala itu, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun ragu untuk mempertahankan kehamilan tersebut.

"Dari pertama kali aku tahu aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan untuk meneruskan kehamilan itu dan melahirkan," kata Denada, dikutip Selasa 17 Maret 2026.

Lebih lanjut, Denada secara gamblang menyebut bahwa sejak awal ia sudah menyadari kemungkinan ayah kandung Ressa tidak akan mengambil tanggung jawab. Meski begitu, ia memilih untuk tetap melanjutkan kehamilan dengan penuh kesadaran.

"Dia tahu, aku nggak menyalahkan. Bagi aku keputusan itu aku ambil dengan kesadaran penuh, tanpa ada keraguan. Buat aku dengan kehadiran bapaknya atau tidak, aku tetap pertahankan," tuturnya.

Bagi Denada, situasi yang terjadi saat itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadinya. Namun ia menegaskan bahwa kehadiran sang anak bukanlah sebuah kesalahan.

"Apapun yang terjadi hingga ada kehamilan itu adalah kesalahanku. Tapi anak ini bukan kesalahan. Dia adalah anakku dan aku akan mempertahankan dia," pungkasnya.

Tak hanya soal kehamilan, Denada juga mengenang momen persalinan yang jauh dari kata ideal. Ia harus melahirkan dalam kondisi prematur tanpa kehadiran pendamping, sebuah pengalaman yang meninggalkan luka emosional mendalam hingga kini.

"Jujur, kembali lagi aku kayak ada flashback. Yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri, dan aku sedih banget, dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone," ungkap Denada.

Ia menjelaskan bahwa proses persalinan tersebut berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Selain menghadapi kondisi fisik yang berat, tekanan emosional juga muncul karena situasi yang mengharuskan kelahiran sang anak dirahasiakan dari publik.

"Mestinya kan situasinya ideal, ada bapaknya, ada ibunya. Dan pada saat itu aku melihat betapa itu harus kita rahasiakan, itu harus kita keep. Itu mungkin salah satu hal yang juga bikin sedih," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman tersebut turut memicu pergulatan batin yang cukup panjang bagi Denada. Ia mengaku dihantui rasa bersalah setelah melahirkan, merasa telah menyakiti dan merepotkan banyak pihak di sekitarnya.

"I feel so guilty, aku merasa bersalah banget. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semua. Tapi aku enggak bermaksud begitu," tutupnya.