Ungkapan Haru Ressa Rizky untuk Mama Ratih Usai Diakui Denada

Ressa Rizky.
Ressa Rizky.

 Di tengah pengakuan Denada yang menyatakan Ressa Rizky Rosano sebagai anak kandungnya, perhatian publik justru tertuju pada hal menyentuh saat Ressa mengungkapkan perasaannya untuk Mama Ratih, perempuan yang telah membesarkannya sejak masih berusia 10 hari. Meski Denada adalah ibu kandungnya, tapi bagi Ressa peran ibu yang selama ini hadir sepenuh hati dalam hidupnya juga penting.

Ressa secara terbuka menegaskan bahwa kasih sayangnya kepada Mama Ratih tidak pernah berkurang, meski fakta tentang asal-usul dirinya akhirnya terungkap ke publik. Ia menyebut Mama Ratih sebagai sosok yang paling berjasa, karena telah merawat dan mendampinginya hingga dewasa. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ressa Rizky Rosano

“Bagaimanapun Ressa tetap sayang sama Mama Ratih. Karena ya yang membesarkan Ressa kan sampai sekarang Mama Ratih,” ujar Ressa yang dikutip dari tayangan YouTube pada Selasa, 3 Februari 2026.

Pengakuan tersebut muncul setelah Ressa membagikan kisah berat yang selama bertahun-tahun ia pendam sendiri. Ia mengungkap bahwa tekanan psikis yang dialaminya begitu besar sejak mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Bahkan, ia sampai mengurung diri di kamar selama sebulan penuh.

“Ressa nggak keluar, selama tahu fixnya itu, Kak. Saya nggak keluar 1 bulan dari kamar,” ungkapnya.

Ressa menjelaskan bahwa fakta tersebut pertama kali ia ketahui sejak duduk di bangku SMP. Informasi itu datang bukan dari keluarga, melainkan dari lingkungan sekitar, termasuk teman sekolah dan orang tua teman-temannya. Kalimat yang disampaikan secara berulang itulah yang perlahan menggerus ketenangan batinnya.

“Ngomongnya itu kalau bahasa Indonesianya itu kamu tuh bukan anaknya Mama Ratih, kamu tuh anaknya Denada,” kata Ressa menirukan ucapan yang ia dengar kala itu.

Meski terpukul, Ressa memilih menyimpan semuanya seorang diri selama bertahun-tahun. Ia mengaku takut jika kebenaran itu justru menimbulkan konflik dan menyakiti banyak pihak. Rasa takut itulah yang membuatnya memendam kegelisahan dari SMP hingga SMA.

“Sebisa mungkin pertama kali Ressa simpan sendiri. SMP sampai SMA ya 6 tahun,” tuturnya.

Tekanan batin semakin terasa saat Ressa mulai mencari kepastian. Ia mendatangi sopir yang dulu membawanya dari Jakarta ke Banyuwangi, sebuah pertemuan yang berubah menjadi momen penuh air mata.

“Waktu Resa datang ke rumahnya udah pecah, Kak. Nangis semua,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik semua pergolakan itu, Ressa menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan kemarahan kepada Denada. Sebagai seorang anak, ia hanya memiliki harapan sederhana yakni diakui, diterima, dan disayangi.

“Maunya ya cuman diakuin aja, Kak. Cuman itu aja. Diakuin, dipeluk, disayang layaknya anaknya yang lain,” tandasnya.