Kena Mental! Denada Ngaku Trauma Perjuangkan Ressa Rizky Sendirian
Kemunculan Denada di hadapan publik kembali menuai perhatian. Di tengah masalah hukum dengan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano, terkait gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, penyanyi itu akhirnya membuka sisi pribadi yang selama ini jarang diungkap.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Feni Rose, Denada mengisahkan perjalanan hidupnya di masa lalu, khususnya saat mengandung hingga melahirkan Ressa. Ia mengaku melalui fase tersebut seorang diri tanpa kehadiran sosok ayah biologis sang anak, yang kemudian meninggalkan luka mendalam secara emosional. Scroll lebih lanjut yuk!
Denada mengungkap bahwa proses persalinannya berjalan normal, meski terjadi sebelum waktu yang diperkirakan.
"Aku melahirkan normal dan sebelum waktunya. Tapi alhamdulillah sehat. Tapi aku nggak tahu itu termasuk prematur atau nggak. Aku nggak begitu ingat seberapa sebelumnya, tapi itu sebelum waktunya. Setelah itu aku masih harus stay beberapa saat untuk diobservasi," kata Denada, dikutip Rabu 18 Maret 2026.
Di balik rasa syukur atas kelahiran sang buah hati, Denada mengaku diliputi perasaan campur aduk.
"Pada saat itu aku berkecamuk sekali, sedih, bingung. Tapi juga bahagia karena alhamdulillah lahir selamat, sehat. Dan aku juga ada sedikit rasa bangga karena aku bisa melakukan ini," imbuh Denada.
Namun, perjalanan tersebut tidaklah mudah. Ia harus menghadapi tekanan mental yang berat, terutama karena harus menjalani kehamilan hingga membesarkan anak tanpa pendamping. Pengalaman itu, diakuinya, meninggalkan trauma yang membekas hingga kini.
"Pada saat itu ada hal-hal yang terjadi dalam hidup aku, yang berat buat aku, cukup traumatize buat aku, menyisakan trauma buat aku, yang cukup berat buat aku secara mental buat ngejalanin," tutur Denada.
Ia juga mengungkap beban pikiran yang terus menghantuinya saat itu, terkait masa depan sang anak.
"Beban mental tanggung jawab aku kepada dia (Ressa) bahwa dia akan tumbuh besar, tidak di dalam gambaran rumah tangga dan gambaran keluarga yang utuh sepenuhnya, yang ideal. Jadi ada pemikiran itu," lanjutnya lagi.
Di sisi lain, Denada mengaku memilih untuk menutup rapat kabar kehamilan dan kelahiran Ressa dari publik. Keputusan tersebut diambil karena saat itu kariernya di industri hiburan tengah berada di puncak.
"Pada saat itu kan kita rahasiakan sekali ya. Pada saat itu orang udah tahu siapa mama dan aku pada saat itu juga udah berkarier," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu dan pergulatan batin yang panjang, keluarga akhirnya ikut turun tangan. Ibunda Denada, Emilia Contessa, memberikan saran yang kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu.
"Suatu hari mama ngomong sama aku 'Mbak mama mau ngomong sama kamu. Gimana pendapat kamu kalau misalnya Tante Ratih dan Om Dino meminta untuk mengasuh Ressa?'. Jadi Om Dino itu adalah adik laki-laki bungsu mama. Om Dino punya anak tiga (perempuan semua). Aku tahu pada saat itu Om Dino dan Tante Ratih udah lama menginginkan punya anak laki-laki," ungkap Denada.
Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam hidup Denada. Di satu sisi, ia ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, namun di sisi lain, ia harus merelakan Ressa diasuh oleh keluarga besar di Banyuwangi.