Ressa Bantah Sudah Diakui Sejak Lama oleh Denada, Sebut Komunikasi Baru Ada Setelah Gugatan

Denada dan Ressa Rizky
Denada dan Ressa Rizky

 Polemik hubungan Denada dengan Ressa Rizky Rossano makin memanas. Kali ini, Ressa membantah pernyataan yang menyebut dirinya sudah diakui sebagai anak sejak lama. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Ressa bersama tim kuasa hukumnya.

Ressa mengakui memang sempat menerima pesan dari Denada. Namun, ia menegaskan bahwa komunikasi tersebut baru terjadi belakangan, bukan sejak dulu seperti yang ramai dibicarakan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Denada dan Al Ressa Rizky Rosano

Menurut tim kuasa hukum Ressa, klaim bahwa komunikasi telah terjalin selama bertahun-tahun dinilai tidak sesuai fakta. Mereka menegaskan bahwa sebelum gugatan hukum diajukan, tidak pernah ada komunikasi intens antara Ressa dan Denada.

"Yang harus saya pertegas itu, yang dimaksud sama pihak Tergugat (Denada) itu, dia telah mendalilkan bahwa sudah terjalin komunikasi selama bertahun-tahun dengan baik. Nah, dari konsep frasa yang dia gunakan itu, berarti kita melakukan penilaian apa terhadap adanya komunikasi itu? Intensitas. Berarti sebelum ada gugatan ini, berarti dia kan pernah komunikasi? Itu tidak pernah! Dia baru komunikasi itu setelah ada gugatan ini,” ungkap kuasa hukum Ressa saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 31 Januari 2026. 

Kuasa hukum Ressa bahkan menantang pihak Denada untuk menunjukkan bukti jika memang komunikasi sudah terjadi sejak lama.

"Kalau memang dia pernah menyatakan bahwa pernah ada komunikasi sebelum ada gugatan ini, tunjukkan! Buktikan! Sederhana kok,” tegasnya.

Pihak Ressa juga menyoroti fakta bahwa selama ini Ressa memanggil Denada dengan sebutan “Mbak”, yang dinilai menunjukkan tidak adanya hubungan emosional layaknya ibu dan anak.

"Kalau memang ada komunikasi di awal, komunikasi kasih sayang, mana mungkin Ressa ini memanggil beliau itu dengan sebutan 'Mbak'?" tegasnya lagi. 

Selain soal komunikasi, tim hukum Ressa mengungkap sejumlah fakta lain yang dinilai bertentangan dengan klaim pengakuan anak. Mulai dari keputusan Ressa diantarkan ke Banyuwangi hingga pencatatan akta kelahiran yang tidak mencantumkan nama Denada sebagai ibu kandung.

"Kenapa kalau itu terjadi, kemudian Ressa itu sampai memanggil dengan sebutan 'Mbak' dengan dia? Terus yang kedua, kalau memang dia menganggap anak, kenapa pula Ressa ini diantarkan ke Banyuwangi? Ketiga, kalau dia masih menganggap anak, kenapa akta kelahiran Ressa ini atas nama Didurosa Noerhansah (kakek), bukan Denada Tambunan sebagai ibunya?" tanya pihak kuasa hukum Ressa. 

Terkait klaim pembiayaan hingga Januari 2024, kuasa hukum Ressa kembali mempertanyakan tanggung jawab Denada selama puluhan tahun sebelumnya.

"Kalau dia merasa sudah mentransfer tahun Januari 2024, sekarang yang saya pertanyakan kembali, terus kewajiban you yang 23 tahun ke mana?" tanyanya. 

Ia juga menegaskan bahwa Ressa sempat mengalami kesulitan serius, termasuk putus sekolah dan kendaraan yang ditarik pihak leasing.

Di tengah konflik yang memanas, Ressa menyampaikan sikap pribadinya. Ia menegaskan tidak pernah berniat menjatuhkan Denada, apalagi sampai berdampak pada pekerjaannya.

"Ya intinya saja Kak, bagaimana pun itu kan masih darah daging. Ini nggak saya tambahi, nggak saya kurangi Kak. Terus kasihan lho itu diboikot dari pihak stasiun TV. Ya maksudnya Ressa kan, Ressa nggak meminta seperti ini dan bukan Ressa yang minta diboikot,” terang Ressa. 

Menutup pernyataannya, tim kuasa hukum Ressa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkara ini hingga tuntas.

"Saya tidak pernah melakukan manipulasi fakta. Saya berbicara tentang fakta. Bismillah, apa yang saya nyatakan ini benar. Saya tidak pernah takut sama siapa pun selama saya membela kebenaran!” tandas tim kuasa hukum Ressa.