Awalnya Maju Mundur, Ini Sosok yang Berjasa Pertemukan Denada dengan Ressa Rizky
Momen pertemuan Denada dengan sang anak, Ressa Rizky Rossano, akhirnya terwujud setelah melalui proses panjang yang penuh dinamika. Di balik pertemuan tersebut, terungkap sosok penting yang turut berperan besar dalam menjembatani hubungan keduanya.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Denada membagikan potret hangat bersama Ressa. Senyum keduanya menjadi penanda bahwa hubungan yang sempat renggang kini mulai mencair. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Alhamdulillah, Allah Maha Besar," tulis Denada dalam unggahannya disertai emoji cinta, dikutip Jumat, 20 Maret 2026.

Tak hanya bersyukur, Denada juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantunya melewati masa sulit. Salah satu nama yang disorot adalah Intan Erlita, seorang psikolog yang disebut memiliki peran krusial dalam proses tersebut.
"Terimakasih atas doa dan bantuan dari semua kerabat, dan keluarga. Terimakasih bu @intan__erlita, ibu psikolog kesayangan yg baik, atas bantuan, bimbingan dan pendampingannya," lanjut Denada.
Perjalanan Tak Mudah, Ressa Sempat Ragu
Sebelum pertemuan itu terjadi, Denada harus melalui proses yang tidak mudah. Ia mengawali dengan menghubungi Ressa melalui pesan WhatsApp, sehari setelah menyampaikan klarifikasi ke publik.
"Jadi tanggal 3 Februari, jadi satu hari setelah aku bikin video (klarifikasi) itu, di situ aku WhatsApp dia," ungkap Denada, mengutip video YouTube Feni Rose.
Dengan penuh harap, Denada menyampaikan keinginannya untuk bertemu secara sederhana tanpa paksaan.
"Ressa, semoga Ressa sehat selalu. Kalau boleh dan kalau Ressa mau, ingin rasanya ketemu Ressa," ujar Denada.
"Nggak untuk apa-apa, aku hanya ingin ketemu, pengin peluk aja. Tapi kalau hanya Ressa mau aja. Paling lama 30 menit. Tapi kalau Ressa nggak mau, dimengerti kok," imbuhnya.
Namun, respons dari Ressa tidak langsung menunjukkan kepastian. Bahkan, ia sempat berada dalam posisi bimbang.
"Dia cuma bilang intinya dia jadi maju mundur mau ketemu," lanjut Denada.
Tetap Sabar dan Tidak Memaksa
Di tengah keraguan tersebut, Denada memilih untuk tidak menekan sang anak. Ia menyadari kesalahan di masa lalu dan berusaha menghormati perasaan Ressa.
"Aku tau aku salah. Jadi aku mengerti kalau seandainya Ressa pun masih belum mau ketemu aku, masih marah sama aku, nggak nyaman sama aku," katanya.
Meski sempat hanya mendapatkan balasan singkat, Denada terus menjaga komunikasi secara konsisten, hingga akhirnya pintu pertemuan benar-benar terbuka.