Denada Bantah Telantarkan Anak Kandung, Sebut Gaya Hidup Ressa Rizky Hedon

Denada.
Denada.

 Tudingan penelantaran anak yang dialamatkan kepada Denada dibantah keras oleh pihak sang penyanyi. Melalui kuasa hukumnya, Denada menegaskan bahwa Ressa Rizky Rossano justru hidup dengan fasilitas lengkap dan gaya hidup yang tergolong mewah untuk ukuran daerah tempat tinggalnya di Banyuwangi. 

Bantahan tersebut disampaikan oleh pengacara Denada, Iqbal, menyusul gugatan penelantaran anak yang diajukan Ressa ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Iqbal menegaskan bahwa sejak awal Denada tidak pernah menolak atau menyangkal status Ressa sebagai anak kandungnya. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

"Diakui. Mba Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya," kata Iqbal dalam wawancara virtual, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sikap Denada yang memilih bungkam belakangan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kliennya masih mengalami guncangan emosional akibat gugatan tersebut.

"Kita tenang, cooling down-lah intinya. Supaya nanti kita sambil berpikir introspeksi diri juga," ujar Iqbal.

Iqbal menyebut, tuduhan bahwa Denada tidak memenuhi tanggung jawab sebagai orang tua tidak berdasar. Ia mengklaim seluruh kebutuhan hidup Ressa telah dipenuhi oleh Denada dan keluarga besar, mulai dari pendidikan hingga fasilitas penunjang lainnya.

"Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Iqbal justru mengungkap fakta yang berbanding terbalik dengan anggapan publik. Menurutnya, Ressa menjalani kehidupan yang tergolong hedon untuk ukuran Banyuwangi, lengkap dengan berbagai fasilitas yang berasal dari Denada.

"Lho tadi kan sudah tak jelaskan, Ressa ini bukan hanya sekadar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi," tegas Iqbal.

"Sampeyan kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampeyan tahu, hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi,” sambungnya.

Salah satu fasilitas yang disorot adalah kendaraan pribadi. Iqbal menegaskan bahwa mobil yang digunakan Ressa merupakan pemberian langsung dari Denada.

"Ressa ini dibiayai, difasilitasi semua ada, dikasih mobil," lanjutnya.

Sementara soal Ressa yang sempat disebut bekerja sebagai sopir dengan gaji terbatas, Iqbal menilai hal itu tidak bisa serta-merta dijadikan bukti penelantaran. Ia menyebut pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pola asuh agar Ressa tidak tumbuh manja dan memiliki daya juang.

"Jadi gini saya luruskan ya, almarhum Bu Emilia Contessa katanya menjadikan Ressa ini sopir. Itu gini, kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," ungkap Iqbal.

Menurutnya, besaran penghasilan Ressa juga sudah cukup layak jika disesuaikan dengan standar biaya hidup di Banyuwangi.

"Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh, dua juta setengah itu. Sehingga ketika kayak orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak, ya apa salahnya? Supaya dia tidak manja cuma minta nadong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah," katanya.

"Bahkan kalau orang-orang Chinese gitu pendidikannya lebih keras lagi supaya anak ini jadi anak yang benar-benar bisa dibanggakan lah. Bukan mengambil segi negatif 'ini kok tega jadi sopir', waduh salah kaprah itu," pungkasnya.