Kondisi Psikis Jadi Alasan Denada Tak Membesarkan Ressa Sejak Lahir
Penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan akhirnya menjelaskan alasan mengapa ia baru mengakui Ressa Rossano sebagai anak kandungnya setelah puluhan tahun.
Denada menyebut kondisi psikologis di masa lalu membuatnya merasa tidak layak menjalani peran sebagai seorang ibu.
Penjelasan itu disampaikan Denada melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, bersamaan dengan permintaan maaf terbuka kepada Ressa.
Pengakuan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik terkait keterlambatan Denada menyampaikan kebenaran.
Alasan psikologis di masa lalu
Denada mengatakan keputusan yang ia ambil di masa lalu dipengaruhi kondisi mental yang tidak stabil. Ia mengaku saat itu tidak mampu menjalani peran sebagai orangtua secara utuh.
"Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena tidak hidup bersama saya dari bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak," ujar Denada, dikutip dari Instagram @denadaindonesia Senin (2/2/2026).
Menurut Denada, situasi tersebut membuatnya memilih menjauh dan tidak membesarkan Ressa secara langsung. Ia menyadari keputusan itu berdampak panjang bagi kehidupan anaknya.
Menyesal baru mengungkap kebenaran
Denada juga mengakui keterlambatannya menyampaikan status Ressa sebagai anak kandung merupakan kesalahan besar yang sangat ia sesali.
Ia menyebut keputusan itu sebagai kebodohan yang tidak bisa ia benarkan.
"Saya juga mau minta maaf kepada Ressa karena setelah sekian lama, baru sekarang saya memberi tahu kalau dia anak kandung saya. Itu kebodohan saya yang amat sangat," tuturnya.
Ia menyadari bahwa keterlambatan tersebut membuat Ressa harus menjalani hidup tanpa pengakuan terbuka dari ibu kandungnya selama bertahun-tahun.
Berharap dimaafkan dan diterima
Saat ini, Denada mengatakan tidak memiliki tuntutan apa pun selain harapan agar Ressa bersedia memaafkannya. Ia mengaku masih harus belajar menjalani peran sebagai seorang ibu.
"Saat ini saya cuma bisa berdoa dan berharap, semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya. Saya masih harus banyak belajar menjadi ibu," kata Denada.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mendiang ibunya serta seluruh anggota keluarga atas keputusan yang ia ambil di masa lalu.
"Dan saya juga minta maaf kepada almarhumah mama, juga kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa saya," ucap Denada.
Latar belakang polemik Ressa Rossano
Pengakuan Denada muncul setelah polemik panjang terkait status Ressa Rossano bergulir di ruang publik dan ranah hukum.
Ressa sebelumnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025 untuk mendapatkan pengakuan hukum sebagai anak kandung Denada.
Dalam gugatannya, Ressa menuntut Denada membayar biaya hidup sebesar Rp 7 miliar. Selama proses tersebut berjalan, Denada memilih tidak banyak memberikan pernyataan kepada publik.
Barulah pada awal Februari 2026, Denada menyampaikan pengakuan secara terbuka. Pengakuan itu kini menjadi titik balik dari polemik yang telah berlangsung lama dan menarik perhatian publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang