Tanggal 25 Januari Memperingati Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Gizi Nasional
Tanggal 25 Januari 2026 jatuh pada hari Minggu. Tanggal ini menjadi salah satu momentum penting di Indonesia karena diperingati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN).
Pada tahun 2026, Hari Gizi Nasional memasuki peringatan yang ke-66. Peringatan ini tidak terlepas dari sejarah panjang pengembangan ilmu dan tenaga gizi di Indonesia, yang berawal dari kesadaran pemerintah akan pentingnya perbaikan gizi masyarakat sejak awal kemerdekaan.
Sejarah Hari Gizi Nasional bermula dari langkah pemerintah Indonesia pada awal tahun 1950-an dalam membangun sistem perbaikan gizi nasional.
Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), pada tahun 1950 Menteri Kesehatan saat itu, Dokter J. Leimena, mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR).
Lembaga ini pada masa itu lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV) dan merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan atau Lembaga Eijkman.
Prof. Poorwo Soedarmo kemudian dikenal luas sebagai Bapak Gizi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, LMR menjadi motor penggerak berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat.
Salah satu tonggak pentingnya adalah berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan (SJPM) pada tanggal 25 Januari 1951.
Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Gizi Nasional, karena menandai dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia secara sistematis.
Menurut catatan resmi Kemenkes RI, tujuan utama peringatan Hari Gizi Nasional adalah meningkatkan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun gizi menuju bangsa yang sehat dan berprestasi melalui penerapan gizi seimbang.
Peringatan ini juga bertujuan untuk menggalang kepedulian lintas sektor terhadap perbaikan status gizi masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kesehatan nasional.
Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, kampanye gizi nasional mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”.
Tema dan slogan ini menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi seimbang, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dari pilihan makanan sehari-hari.
Pemanfaatan pangan lokal dinilai strategis karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Berbagai sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral tersedia di lingkungan sekitar masyarakat, sehingga dapat diolah menjadi menu bergizi tanpa harus bergantung pada pangan impor.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang