Top 23+ Januari Memperingati Apa Saja? Simak Informasi Berikut...

Januari, 23 Januari, 23 Januari Memperingati Apa Saja? Simak Informasi Berikut...

Tanggal 23 Januari menjadi salah satu hari yang sarat makna dalam kalender sejarah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Gorontalo, tanggal ini dikenal sebagai Hari Patriotik Gorontalo, sementara di belahan dunia lain terdapat peringatan yang berkaitan dengan budaya dan perjalanan kemerdekaan bangsa.

Berikut daftar peringatan di 23 Januari:

23 Januari memperingati hari apa?

Hari Patriotik Gorontalo

Hari Patriotik Gorontalo merujuk pada peristiwa bersejarah ketika rakyat Gorontalo menyatakan pembebasan wilayahnya dari kekuasaan kolonial Belanda pada 23 Januari 1942.

Momentum tersebut dipimpin oleh Nani Wartabone, tokoh pergerakan yang kemudian diakui sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Kulap, M (2017) menuliskan terjadinya peristiwa kemerdekaan Gorontalo berawal ketika daerah Gorontalo menjadi daerah yang dijajah oleh kolonial Belanda. Khususnya di kampung halamannya di Suwawa.

Banyak penjajah Belanda yang memperlakukan masyarakat kecil di desanya dengan kejam dan semena-mena.

Tidak tahan dengan penderitaan masyarakat setempat, Nani Wartabone kemudian tergerak hati nuraninya untuk berjuang melawan para penjajah dan kemudian menyiapkan strategi untuk merebut kekuasaan Belanda di Gorontalo.

Setelah menyusun strategi lewat Komite 12 akhirnya pada tanggal 23 Januari 1942 bermula setelah shalat subuh pasukan Nani Wartabone mulai bergerak masuk ke wilayah pusat pemerintahan Belanda di Gorontalo.

Operasi itu berhasil menangkap 15 orang anggota pemerintah kolonial Belanda. Setibanya di depan Kantor Pos Gorontalo, tim bersama rakyat Gorontalo mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai pertanda Gorontalo telah dibebaskan dari penjajah.

Berita tentang peristiwa 23 Januari 194 ini kemudian disebarkan ke berbagai daerah hingga akhirnya disusul kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa itu terjadi jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Aksi berani Nani Wartabone bersama rakyat Gorontalo menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan telah tumbuh di berbagai daerah lebih awal.

Keberhasilan merebut pusat pemerintahan kolonial dan mengibarkan Bendera Merah Putih menandai lahirnya perlawanan terbuka terhadap penjajahan di wilayah tersebut.

Hari Tulisan Tangan

Januari, 23 Januari, 23 Januari Memperingati Apa Saja? Simak Informasi Berikut...

Tulisan tangan Jenderal Ahmad Yani di buku hariannya sebelum tewas di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (27/9/2024).

Selain memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa, tanggal 23 Januari juga diperingati secara global sebagai Hari Tulisan Tangan.

Peringatan ini menjadi pengingat akan peran tulisan tangan dalam perkembangan peradaban manusia, jauh sebelum teknologi digital mendominasi kehidupan sehari-hari.

Dilansir National Today, awal mula tulisan muncul yakni dari zaman Meso-Amerika hingga Tiongkok, India, dan Mesopotamia sekitar tahun 3400 SM.

Tulisan tangan dinilai memiliki nilai edukatif dan psikologis, seperti melatih konsentrasi dan daya ingat.

Hari Republik Filipina Pertama

Di kawasan Asia Tenggara, tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Republik Filipina Pertama.

Hari Republik Filipina Pertama atau disebut Araw ng Republika ng Pilipino dalam bahasa Tagalog merupakan adalah hari libur kerja tahunan di Filipina yang jatuh pada tanggal 23 Januari.

Peringatan tahunan ini ditetapkan pada tanggal 5 April 2018 oleh Presiden Rodrigo Duterte.

Peringatan ini merujuk pada berdirinya Republik Filipina Pertama pada 23 Januari 1899, yang diproklamasikan oleh Jenderal Revolusi Emilio Aguinaldo di Malolos, Bulacan.

Januari, 23 Januari, 23 Januari Memperingati Apa Saja? Simak Informasi Berikut...

Ilustrasi bendera Filipina.

Deklarasi kemerdekaan ini akhirnya bisa dilakukan setelah lebih dari 300 tahun Filipina berada di bawah kekuasaan Spanyol.

Sayangnya, pemerintahan ini hanya berusia pendek.

Republik Filipina Pertama dibubarkan setelah Aguinaldo ditangkap dan dipaksa bersumpah setia kepada Amerika Serikat pada 1 April 1901.

Hari Republik Filipina Pertama adalah hari libur kerja di Filipina, meskipun organisasi swasta, sekolah, lembaga publik, dan bisnis lainnya tetap buka.

Peringatan ini menjadi hari istimewa bagi bangsa Filipina sebagai hari untuk merayakan kebebasan dan keberanian nasional.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang