Isra Miraj: Sejarah, Makna, dan Latar Belakang Perintah Shalat 5 Waktu

Isra Miraj, peringatan Isra Miraj, Isra Miraj: Sejarah, Makna, dan Latar Belakang Perintah Shalat 5 Waktu, Sejarah dan Waktu Terjadinya Isra Miraj, Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Menembus Tujuh Lapis Langit, Perintah Shalat 5 Waktu, Keutamaan dan Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah agama Islam. Peristiwa besar ini mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menerima berbagai pengalaman, pengetahuan, hingga perintah ibadah shalat lima waktu yang menjadi pilar utama umat Muslim.

Secara harfiah, Isra adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sementara Miraj adalah kenaikan Rasulullah dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.

Sejarah dan Waktu Terjadinya Isra Miraj

Peristiwa ini terjadi pada periode akhir kenabian di Mekkah, tepatnya pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, peringatan Isra Miraj 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Momen ini juga disebut sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan, karena terjadi tak lama setelah Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok pelindung utamanya, yakni sang istri Khadijah dan pamannya, Abu Thalib.

Allah SWT memberikan peristiwa ini sebagai bentuk hiburan dan bukti kasih sayang-Nya kepada Rasulullah.

Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Isra Miraj, peringatan Isra Miraj, Isra Miraj: Sejarah, Makna, dan Latar Belakang Perintah Shalat 5 Waktu, Sejarah dan Waktu Terjadinya Isra Miraj, Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Menembus Tujuh Lapis Langit, Perintah Shalat 5 Waktu, Keutamaan dan Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam

Masjid Al Aqsa. Isra Miraj Itu Apa? Berikut penjelasan atas perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjalanan Isra, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril dengan mengendarai Buraq. Para ulama menegaskan bahwa perjalanan ini dilakukan dalam keadaan terjaga (bukan mimpi) dan hanya memakan waktu satu malam.

Selama perjalanan menuju Masjidil Aqsa, Rasulullah sempat singgah di lima tempat bersejarah untuk melaksanakan shalat dua rakaat:

  1. Madinah: Tempat yang kelak menjadi kota hijrah Nabi.
  2. Madyan: Tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
  3. Thuur Sina: Tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.
  4. Baitul Lahm: Tempat kelahiran Nabi Isa AS.
  5. Masjidil Aqsa: Titik akhir perjalanan darat sebelum naik ke langit.

Kejadian ini diabadikan dalam Al Quran Surat Al-Isra ayat 1:

"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami..."

Menembus Tujuh Lapis Langit

Setelah memimpin shalat berjamaah di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melakukan Miraj menembus tujuh lapis langit. Di setiap lapisan, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu:

  1. Langit Pertama: Nabi Adam AS
  2. Langit Kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
  3. Langit Ketiga: Nabi Yusuf AS
  4. Langit Keempat: Nabi Idris AS
  5. Langit Kelima: Nabi Harun AS
  6. Langit Keenam: Nabi Musa AS
  7. Langit Ketujuh: Nabi Ibrahim AS

Setelah melewati langit ketujuh, Nabi mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah, sebelum akhirnya mencapai Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.

Perintah Shalat 5 Waktu

Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat 50 waktu dalam sehari semalam.

Namun, atas saran Nabi Musa AS yang menilai beban tersebut terlalu berat bagi umat manusia, Nabi Muhammad berkali-kali memohon keringanan.

Hingga akhirnya, Allah menetapkan kewajiban shalat menjadi 5 waktu. Sebagaimana tercantum dalam HR Bukhari:

"Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku."

Keutamaan dan Hikmah Isra Miraj bagi Umat Islam

Penceramah Buya Yahya menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah murni kekuasaan Allah yang tidak bisa dinalar hanya dengan akal manusia (logika). Berikut adalah beberapa keutamaan memahami peristiwa ini:

  • Bukti Kebesaran Allah: Menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu melampaui hukum alam.
  • Bukti Kenabian: Meneguhkan posisi Nabi Muhammad sebagai utusan pilihan yang membawa kebenaran.
  • Kebenaran Surga dan Neraka: Rasulullah diperlihatkan gambaran nyata tentang balasan di akhirat.
  • Pentingnya Shalat: Shalat menjadi sarana bagi umat Muslim untuk "bermiraj" atau berkomunikasi langsung dengan Allah guna mencari ketenangan batin.

Melalui peringatan Isra Miraj, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan meneladani keteguhan hati Rasulullah SAW dalam menghadapi ujian hidup.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang