Gabung Jadi Tentara AS, WNI Berhijab Kezia Syifa Tuai Pro Kontra dan Perdebatan di Media Sosial

Kezia Syifa, WNI berhijab yang jadi tentara AS
Kezia Syifa, WNI berhijab yang jadi tentara AS

 Media sosial tengah diramaikan oleh kisah seorang wanita berhijab asal Indonesia yang diketahui bergabung dengan militer Amerika Serikat (AS). Cerita ini menjadi viral setelah diunggah oleh sang ibu melalui akun Instagram @bunda_kesidaa, yang memperlihatkan perjalanan anaknya menjalani tugas sebagai tentara AS.

Dalam sejumlah video yang dibagikan, terlihat momen haru keluarga melepas sang anak ke bandara. Sosok tersebut diketahui bernama Kezia Syifa, seorang WNI yang kini resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard. Unggahan tersebut bahkan menyebar luas setelah dibagikan ulang oleh berbagai akun berita dan komunitas, salah satunya @bandung.banget.

Salah satu unggahan yang paling menyita perhatian menampilkan suasana perpisahan keluarga sebelum Kezia berangkat menjalani tugas militernya.

“Momen haru orang tua asal Indonesia mengantar anaknya ke bandara untuk menjalani tugas sebagai tentara Amerika jadi perhatian. Kezia Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard sebagai MOS 92A sejak 2025. Sebelum berangkat, keluarga saling berpelukan melepas rindu,” tulis keterangan tersebut yang dikutip pada Jumat, 23 Januari 2026. 

Tak hanya momen keberangkatan, sang ibu juga sempat membagikan video kebersamaan saat akhirnya bisa kembali bertemu dengan putrinya setelah menjalani tugas.

“Kangeennya dibayarkan lihat anak yg bisa membanggakan???????????????? im proud of you,” keterangan sang ibu dalam unggahan lain. 

Dari berbagai informasi yang beredar, Kezia Syifa diketahui merupakan WNI asal Tangerang, Banten. Ia termasuk dalam keluarga diaspora Indonesia yang kini menetap di Amerika Serikat. Syifan dan keluarganya pindah ke AS dengan status green card atau izin tinggal tetap, yang memungkinkan Kezia mengenyam pendidikan dan menempuh jalur karier secara legal di sana.

Sebelum bergabung dengan Garda Nasional Amerika, Kezia disebut telah menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat. Status sebagai pemegang green card inilah yang kemudian memicu perdebatan panjang di kalangan warganet, terutama terkait aturan kewarganegaraan Indonesia dan implikasi hukumnya.

Kolom komentar pun dipenuhi beragam reaksi, mulai dari dukungan, kebingungan, hingga kritik tajam. Beberapa netizen mempertanyakan mengapa Kezia tidak memilih berkarier sebagai tentara di Indonesia.

“KENAPA GA JADI TENTARA INDONESIA AJA?”

Sebagian warganet lain membandingkan sistem militer Indonesia dan Amerika Serikat.

“proses jadi TNI/Polri ribet, mana keluar uangnya gak sedikit ratusan-miliaran tergantung jalur nya. Belum fisik harus perfect kaya malaikat. Belum di tabokin dulu ame senior ribet dah.”

“wkwk gw perlu dipertanyakan sih ini, di indo kan ga boleh kacamata dll (perfect) kalo di luar bedaa.”

Ada pula yang mencoba menjelaskan sistem rekrutmen militer di Amerika Serikat.

“Tentara di amerika itu ky kerja guys, jd ya apply dlu trs kalo ktrima ya brgkat, dan pakai sistem kontrak guys . Aku tau krna temennya suami tentara di amerika.”

Namun, polemik tak berhenti di situ. Isu moral dan politik global ikut menyeret kisah ini ke ranah yang lebih sensitif.

“Banggalah ketika anak kita membela negara saudara kita yg dihancurkan bukan bangga dngn negara yg menghancurkan saudara kita.”

“jadi pro israel ya mbak?”

Beberapa komentar bahkan menyoroti aspek hukum kewarganegaraan Indonesia dan risiko yang mungkin dihadapi Kezia Syifa.

“sebenernya untuk case ini agak tricky,kalau join us military dgn greencard /greencard holder .harusnya jgn di post di socmed,karna yang bersangkutan main di 2 kaki/negara.untuk di uu Indonesia itu tidak diperbolehkan .greencard holder= permanent resident,naturalized=naturalisasi jd citizen.mau branch apapun di us baik,us army,usmc,usnavy,usaf,dll itu sama ada 2 jalur masuk KECUALI masuk infantry yang notabene nya SF/SOF/TIER baru wajib naturalisasi jd citizen.”

“kalau masih greencard holder tp viral gini ,jujur malah kasian karna bakal disuru lepas kewarganegaraan,tahap awal ketika cuti liburan/off duty balik ke negara asal.sampe bandara bakal di cegat dan diserahin ke petugas abis itu karna background “US MIL”wajib lapor ke US embassy di jakarta dan lebih repotnya lagi kalo lapor ke chain of command.”