Pangkalan Militer AS di Bahrain Dibombardir Rudal Iran, 560 Tentara Tewas

VIVA Militer: Rudal balistik Shaheenn 1A militer Pakistan
VIVA Militer: Rudal balistik Shaheenn 1A militer Pakistan

 Sedikitnya 560 personel militer Amerika Serikat (AS) tewas dan luka-luka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Minggu, 1 Maret 2026.

"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka," sebut pernyataan tersebut, seperti dikutip kantor berita Fars.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan itu juga menyebutkan empat serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain, yang menyebabkan "kerusakan serius" pada pusat komando dan dukungan.

Menurut IRGC, Teheran menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait, mengganggu operasinya, serta tiga objek pangkalan angkatan laut Mohammed Al-Ahmad di sana.

Serangan Israel dibantu AS ke Iran

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Televisi pemerintah Iran mengkonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran lantas menanggapi serangan tersebut dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. (Ant)