Pejabat Iran Tantang AS: Kami Tunggu Kedatangan Tentara Amerika di Darat!

VIVA Militer: Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC)
VIVA Militer: Pasukan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC)

 Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Minggu, 29 Maret 2026, menuding Amerika Serikat tengah menyiapkan rencana serangan darat meskipun secara terbuka mendorong penyelesaian konflik lewat jalur negosiasi. Pernyataan itu muncul setelah sebuah kapal perang AS yang membawa sekitar 3.500 personel militer tiba di kawasan Timur Tengah.

Komentar tersebut disampaikan di tengah lebih dari sebulan serangan udara yang dilakukan pasukan AS dan Israel terhadap Iran, serta saat sejumlah negara kawasan menggelar pembicaraan di Pakistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konflik ini telah meluas menjadi ketegangan regional setelah Iran membalas dengan serangan ke negara-negara Teluk dan jalur pelayaran Selat Hormuz, memicu gejolak di pasar energi global dan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dunia.

"Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi dan dialog sementara diam-diam merencanakan serangan darat," kata Ghalibaf dalam pernyataan yang dimuat kantor berita resmi IRNA

"Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya," lanjutnya.

Perundingan di Pakistan

Presiden AS Donald Trump berulang kali menyebut adanya kontak diplomatik dengan Iran, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Teheran.

Pakistan yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir di Islamabad untuk membahas krisis tersebut.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan para diplomat membahas cara “mengakhiri perang secara dini dan permanen” serta muncul konsensus agar Islamabad memfasilitasi pembicaraan damai.

Ia menambahkan bahwa Iran dan AS telah "menyatakan kepercayaan kepada Pakistan untuk memfasilitasi pembicaraan". Dar juga mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang disebut mendukung upaya tersebut.

Meski jalur diplomasi diupayakan, AS juga dilaporkan menambah kehadiran militernya di kawasan.

Kapal serbu amfibi USS Tripoli yang membawa sekitar 3.500 Marinir dan pelaut tiba di Timur Tengah pada Jumat.

Laporan The Washington Post menyebut Pentagon telah menyiapkan rencana operasi darat selama beberapa pekan, termasuk kemungkinan operasi di sekitar Selat Hormuz, meski Presiden Trump belum menyetujui pengerahan pasukan.

Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap bermusuhan. Jalur ini sebelumnya menyumbang sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut dan seperlima pengiriman gas alam cair global.

Serangan ke Fasilitas Industri

Pasukan Iran mengklaim telah meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas milik dua produsen aluminium besar dunia di Bahrain dan Uni Emirat Arab, yang disebut terkait dengan industri militer AS.

Perusahaan Emirates Global Aluminium menyatakan enam orang terluka dan fasilitasnya mengalami kerusakan signifikan. Sementara media pemerintah Bahrain melaporkan dua pekerja Aluminium Bahrain terluka dalam serangan terpisah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Israel, asap hitam terlihat membumbung dari kompleks industri di Gurun Negev, berdasarkan gambar yang dirilis Israel Fire and Rescue Authority. Militer Israel menyebut dampak kemungkinan berasal dari pecahan rudal setelah mendeteksi gelombang serangan baru dari Iran.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan 10 personel militernya terluka akibat serangan terhadap kamp militer. Dalam 24 jam terakhir, negara tersebut mendeteksi 14 rudal balistik dan 12 drone yang melintas di wilayah udaranya.