Segini Gaji Kezia Syifa, WNI Tangerang yang Gabung Militer AS

Kezia Syifa WNI yang gabung militer AS
Kezia Syifa WNI yang gabung militer AS

 Kisah warga negara Indonesia yang memilih meniti karier di luar negeri kerap menarik perhatian publik, terlebih ketika jalur yang diambil tidak umum. Salah satu nama yang belakangan ramai diperbincangkan adalah Kezia Syifa. 

Syifa adalah perempuan muda asal Tangerang, Banten, yang diketahui bergabung dengan Army National Guard atau Garda Nasional Amerika Serikat. Langkah Kezia Syifa tersebut viral dan memicu ragam reaksi publik. 

Selain ingin mengetahui latar belakang serta aktivitasnya selama menjalani pendidikan militer di Amerika Serikat, publik juga menyoroti sisi finansial dari pilihan tersebut. 

Pertanyaan mengenai besaran gaji yang diterima prajurit Garda Nasional, khususnya yang berstatus prajurit cadangan, pun mencuat. Lantas, berapa kisaran gaji Kezia Syifa yang masuk militer AS? 

Kisaran Gaji Kezia Syifa sebagai Tentara AS

Saat ini, Syifa diketahui masih menjalani tahapan pendidikan dan pelatihan militer di Maryland, Amerika Serikat. Dalam struktur tugas, ia ditempatkan di bagian administrasi dan berstatus sebagai prajurit cadangan, bukan pasukan tempur aktif. 

Army National Guard sendiri merupakan komponen cadangan militer AS yang memungkinkan anggotanya tetap menjalani kehidupan sipil, seperti bekerja atau kuliah, sembari mengikuti latihan militer secara berkala.

Mengacu pada laman resmi Army National Guard Amerika Serikat, sistem penggajian prajurit ditentukan oleh sejumlah faktor, mulai dari pangkat, jenis tugas, tingkat pendidikan, hingga masa pengabdian. Pembayaran gaji didasarkan pada jumlah hari bertugas, termasuk seluruh waktu yang digunakan untuk pelatihan.

Dalam kondisi normal, prajurit menjalani latihan rutin sekitar dua hari setiap bulan, ditambah pelatihan tahunan selama dua minggu. Selama masa tersebut, prajurit berstatus tugas aktif dan menerima gaji penuh. 

Latihan akhir pekan umumnya mencakup pelatihan sesuai spesialisasi, kebugaran fisik, pemeliharaan perlengkapan, hingga materi pendukung lainnya di lokasi yang telah ditentukan.

Selain gaji pokok, prajurit yang memiliki tanggungan berpeluang memperoleh tunjangan perumahan. Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok, sementara bonus atau kompensasi tertentu, terutama saat penugasan luar negeri, dikecualikan dari pajak sehingga diterima secara utuh.

Berdasarkan data Zip Recruiter, anggota Garda Nasional di negara bagian Maryland tercatat menerima penghasilan rata-rata sekitar US$34.038 per tahun atau setara Rp572 juta per tahun. 

Jika dirinci, angka tersebut setara dengan sekitar Rp47,6 juta per bulan atau Rp11 juta per minggu. Sementara itu, upah per jam berada di kisaran US$16,36 atau sekitar Rp275 ribu per jam, di luar tunjangan tambahan.

Secara nasional, per 22 Januari 2026, rata-rata penghasilan tahunan prajurit Garda Nasional di Amerika Serikat tercatat sekitar US$35.072 per tahun atau setara Rp589 juta. Rinciannya meliputi sekitar Rp49 juta per bulan, Rp11,3 juta per minggu, serta sekitar Rp283 ribu per jam.

Data penggajian juga menunjukkan rentang pendapatan yang cukup lebar. Pada batas bawah, gaji tahunan prajurit Garda Nasional berada di kisaran US$21.500 atau sekitar Rp361 juta per tahun. Sementara di level tertinggi, penghasilan dapat mencapai US$47.500 atau setara Rp798 juta per tahun.

Secara umum, mayoritas anggota Garda Nasional memperoleh gaji di rentang US$30.000 hingga US$38.500 per tahun, atau sekitar Rp504 juta hingga Rp647 juta. Kelompok dengan pendapatan tertinggi bahkan dapat mendekati US$45.000 per tahun atau sekitar Rp756 juta.