Banyak Pria Usia 30 Tahun ke Atas Tak Sadar, Gejala Ini Bisa Menandakan Kadar Testosteron Rendah

Ilustrasi Kadar Testosteron Pria
Ilustrasi Kadar Testosteron Pria

  Testosteron merupakan hormon utama pada pria yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari pembentukan massa otot, kepadatan tulang, gairah seksual, hingga produksi sel darah merah. Namun, seiring bertambahnya usia, kadar testosteron secara alami akan mengalami penurunan.

Ilustrasi pria

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut berbagai penelitian kesehatan, kadar testosteron pria umumnya mulai menurun secara bertahap setelah usia 30 tahun. Meski proses ini tergolong normal, penurunan yang terlalu rendah dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.

Sayangnya, banyak pria tidak menyadari gejala yang muncul karena sering dianggap sebagai dampak kelelahan, stres, atau faktor usia semata. Berikut VIVA rangkum Rabu, 3 Juni 2026, gejala yang bisa menandakan kadar testosteron rendah.

1. Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas

Salah satu tanda yang paling umum adalah tubuh yang lebih cepat merasa lelah. Pria dengan kadar testosteron rendah sering mengeluhkan energi yang menurun meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Kondisi ini terjadi karena testosteron memiliki peran dalam menjaga metabolisme dan produksi energi tubuh.

2. Massa Otot Berkurang

Testosteron membantu tubuh membangun dan mempertahankan massa otot. Ketika kadar hormon ini menurun, otot bisa menjadi lebih kecil dan kekuatannya berkurang.

Beberapa pria juga merasa latihan yang biasa dilakukan tidak lagi memberikan hasil seperti sebelumnya.

3. Penumpukan Lemak di Area Perut

Ilustrasi Perut Buncit

Ilustrasi Perut Buncit

Kadar testosteron yang rendah sering dikaitkan dengan peningkatan lemak tubuh, terutama di sekitar perut. Dalam beberapa kasus, pria juga dapat mengalami pembesaran jaringan payudara atau ginekomastia akibat ketidakseimbangan hormon.

4. Gairah Seksual Menurun

Penurunan libido atau gairah seksual merupakan salah satu gejala yang paling sering dikaitkan dengan testosteron rendah. Meski gairah seksual dapat dipengaruhi banyak faktor, kadar testosteron memiliki peran penting dalam menjaga fungsi seksual pria.

5. Gangguan Ereksi

Selain menurunkan libido, testosteron yang rendah juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan ereksi. Meski bukan satu-satunya penyebab disfungsi ereksi, kadar testosteron yang tidak normal dapat menjadi faktor yang berkontribusi.

6. Suasana Hati Mudah Berubah

Testosteron tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Beberapa pria dengan kadar testosteron rendah melaporkan lebih mudah merasa sedih, kehilangan motivasi, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko depresi.

7. Kualitas Tidur Menurun

Gangguan tidur seperti insomnia atau tidur yang tidak nyenyak juga bisa berkaitan dengan kadar testosteron yang rendah. Sebaliknya, kurang tidur dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron.

Karena itu, hubungan antara tidur dan testosteron saling memengaruhi satu sama lain.

8. Kepadatan Tulang Menurun

Ilustrasi tulang manusia.

Ilustrasi tulang manusia.

Testosteron membantu menjaga kekuatan tulang. Jika kadarnya terlalu rendah dalam waktu lama, risiko osteoporosis atau tulang rapuh pada pria dapat meningkat.

Kondisi ini sering tidak disadari hingga seseorang mengalami cedera atau patah tulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika beberapa gejala di atas muncul secara bersamaan dan berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengetahui kadar testosteron secara akurat.

Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh testosteron rendah. Faktor lain seperti stres, kurang tidur, obesitas, penyakit kronis, atau pola hidup yang kurang sehat juga dapat menimbulkan keluhan serupa.