Kevin Diks Bongkar Alasan Mathew Baker Layak Masuk Timnas Senior di Usia 17 Tahun

Pemain Timnas Indonesia U16, Mathew Baker atau Matt Baker
Pemain Timnas Indonesia U16, Mathew Baker atau Matt Baker

 Pemanggilan Mathew Baker ke skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 tentu mengundang decak kagum. Usianya yang baru menginjak 17 tahun membuat bek Melbourne City tersebut menjadi pemain termuda dalam daftar pemanggilan John Herdman. Namun, di mata rekan seniornya, Kevin Diks, Baker bukan cuma pemain muda yang dipanggil untuk menimba pengalaman.

Diks membeberkan alasan di balik dukungannya terhadap Baker, menurutnya pemain berusia 17 tahun tersebut memiliki kualitas yang layak bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diks mengaku sudah melihat bakat istimewa yang dimiliki Baker sejak hari-hari pertama pemusatan latihan. Ia melihat apa yang menjadi pertimbangan Herdman untuk memanggil pemain muda tersebut.

"Sejak hari-hari pertama saya sudah melihat apa yang dilihat pelatih. Potensinya besar dan usianya masih sangat muda," kata Diks dalam konferensi pers, Kamis 4 Juni 2026.

Kehadiran Baker di skuad senior sekaligus membawa Diks bernostalgia pada awal kariernya. Pemain berusia 29 tahun itu mengingat momen saat dirinya menembus tim utama Vitesse Arnhem pada usia yang sama, yakni 17 tahun.

Meski berbagi pengalaman debut profesional di usia muda, Diks mengakui pencapaian Baker terbilang lebih istimewa. Jika Diks saat itu masih berjuang di level klub, Baker sudah lebih dulu mendapat kesempatan mengenakan seragam Timnas Indonesia senior.

Menyadari beban dan sorotan publik yang kini jauh lebih besar terhadap Timnas Indonesia, Diks pun mengambil inisiatif membantu proses adaptasi sang juniornya. Ia rutin berkomunikasi dengan Baker, namun tetap berhati-hati agar tidak menimbun tekanan pada pundak pemain muda tersebut.

"Ketika saya menembus sepak bola profesional, usia saya juga sekitar 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya. Namun bermain untuk tim nasional lebih besar daripada sepak bola klub. Saya mencoba membantunya semampu saya. Saya sudah beberapa kali berbicara dengannya, tetapi saya juga tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan," tutur Diks.

Langkah Diks tersebut sejalan dengan harapan pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris itu secara khusus melihat hubungan antara keduanya sebagai hal yang positif bagi perkembangan skuad. Mengingat keduanya sama-sama beroperasi di lini pertahanan, transfer pengalaman dinilai akan berjalan lebih efektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman Diks yang telah menghirup udara kompetisi elite Eropa, termasuk Bundesliga Jerman, menjadi bekal berharga yang bisa ditularkan pada Baker. Bagi Herdman, keberadaan figur senior yang siap membimbing pemain muda adalah kunci sukses regenerasi Timnas Indonesia.

Pemanggilan Baker ke skuad senior untuk menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026 bukan sekadar uji coba. Hal itu menjadi sinyal nyata bahwa Timnas Indonesia sedang membangun fondasi jangka panjang. Jika mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, bukan tidak mungkin Baker akan mengokohkan diri sebagai pilar utama pertahanan Garuda di masa mendatang. (Ant)