Diduga Alami Stall, Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, 15 Penumpang dan Kru Selamat

Nabire, Pesawat Smart Air, Diduga Alami Stall, Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, 15 Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS dilaporkan jatuh dan mengapung di perairan dekat Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026) siang.

Pesawat bertipe Cessna 208B Grand Caravan EX tersebut diduga mengalami stall saat mengudara sebelum akhirnya mendarat darurat di air.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 12.45 WIT saat pesawat tengah dalam penerbangan subsidi menuju Bandara Kaimana, Papua Barat.

Meski sempat memicu kepanikan warga di sekitar Pantai Logpon, Karadiri, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kronologi dan Dugaan Penyebab

Kepala Bandara Nabire, Benyamin Noach Apituley, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Berdasarkan laporan awal, pesawat diduga kehilangan daya angkat (stall) sesaat setelah lepas landas.

Sebagai informasi, dalam dunia penerbangan, stall adalah kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat secara drastis karena aliran udara terpisah dari permukaan sayap. Hal ini biasanya terjadi akibat sudut serang (angle of attack) yang terlalu tinggi atau kecepatan yang terlalu rendah, sehingga pesawat cenderung menukik.

“Pesawat mengalami stall sesaat setelah lepas landas, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab maupun kondisi penumpang," ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Selasa.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pesawat diduga kehilangan kendali setelah dihantam angin kencang saat hendak memasuki wilayah udara Nabire sekitar pukul 13.37 WIT.

Evakuasi 15 Orang Penumpang dan Kru

Pesawat Smart Air PK-SNS tersebut mengangkut total 15 orang, yang terdiri dari 13 penumpang serta dua orang kru (pilot dan ko-pilot). Tim gabungan dari Polres Nabire dan Basarnas segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Hingga Selasa sore, seluruh korban dilaporkan selamat dan telah dievakuasi ke RSUD Nabire di Jalan R.E. Martadinata untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Personel kepolisian bersama tim Basarnas masih bersiaga di area jatuhnya pesawat. Petugas juga membantu mengevakuasi barang-barang milik penumpang yang masih tertinggal di dalam kabin," tulis laporan dari lokasi kejadian.

Kondisi Fisik Pesawat

Berdasarkan pantauan di lokasi, badan pesawat Smart Air tampak mengapung di perairan dangkal Pantai Karadiri dengan kondisi air yang cukup keruh.

Secara visual, fisik pesawat relatif utuh dan tidak mengalami kerusakan parah, meski sebagian sayap kanan terlihat terdampak.

Pesawat yang mengalami insiden ini merupakan Cessna 208B Grand Caravan EX, jenis pesawat turboprop yang sangat populer di wilayah Papua untuk menjangkau daerah terpencil. Pesawat ini ditenagai mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-140 dengan kekuatan 867 shaft horsepower (shp).

Spesifikasi teknis pesawat ini meliputi:

  • Panjang badan: 12,67 meter.
  • Rentang sayap: 15,88 meter.
  • Kecepatan maksimum: 344 km/jam (186 knots).
  • Kapasitas: 9 hingga 12 penumpang (tergantung konfigurasi).

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diharapkan segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Area Pantai Logpon saat ini masih dijaga ketat oleh petugas guna menghindari kerumunan warga di sekitar bangkai pesawat.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan  dan Tribun-Papua.com dengan judul Smart Air Mendarat Darurat di Perairan Nabire, Dua Awak Pesawat dan 13 Penumpang Dievakuasi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.