Ironi Pembunuh Anak Politikus PKS: Karyawan Perusahaan Besar, Tinggal di Perumahan Elite
HA (30), pelaku pembunuhan anak politikus PKS MAHM (9) pada Selasa (16/12/2025), ternyata bekerja di sebuah perusahaan petrokimia berinisial CA.
Latar belakang pelaku terungkap setelah HA tertangkap saat hendak mencuri di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.
Menurut Dede Rosana selaku kerabat Roisyudin, HA diketahui membawa kartu identitas berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kartu identitas diri.
Dede juga mengutarakan rasa herannya mengapa HA sampai nekat melakukan pencurian dan pembunuhan, padahal gajinya sebagai karyawan CA terbilang besar.
“Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah,” ujar Dede dikutip dari TribunBanten, Sabtu (3/1/2026).
"Soalnya dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri," tambahnya.
Laporan kepolisian juga menunjukkan bahwa diketahui ternyata tinggal di Perumahan Bumi Rakata.
Perumahan tersebut merupakan sebuah kawasan dengan lingkungan yang elite dan mapan di Kota Cilegon.
Kronologi Pembunuh Anak Politikus PKS Ditangkap
Dede menjelaskan, HA pertama kali beraksi dengan menyasar rumah Roisyudin Sayuri pada Minggu (28/12/2025).
Dalam peristiwa tersebut, pelaku mengambil sejumlah perhiasan dan sempat memindahkan brankas ke luar rumah menggunakan kursi roda, namun gagal membawanya pergi sehingga ditinggalkan.
Brankas yang belum sempat dibuka itu kemudian mendorong HA kembali mendatangi rumah yang sama untuk melakukan percobaan pencurian kedua.
Kesempatan itu muncul saat libur Tahun Baru ketika rumah dalam kondisi sepi.
Pada Jumat siang, pelaku kembali beraksi meski di dalam rumah terdapat seorang asisten rumah tangga (ART).
Dede menduga HA berusaha melanjutkan niatnya karena sebelumnya tidak berhasil membongkar brankas.
Aksi tersebut akhirnya terbongkar ketika pelaku kepergok ART yang sedang membersihkan rumah.
HA Alami Luka Saat Ditangkap
Dalam keadaan panik, HA berusaha melarikan diri, namun terpeleset dan terjatuh di area rumah.
ART kemudian meminta bantuan dengan menghubungi pihak keluarga dan warga sekitar yang diteruskan dengan laporan ke kepolisian.
Dede mengungkapkan, saat itu pelaku bahkan membawa alat pemanas gembok dan sempat menguasai kunci-kunci kamar sebelum aksinya diketahui.
Pelarian HA terhenti setelah ia terjatuh di area tangga rumah yang berbukit.
Pelaku lalu bersembunyi di dalam rumah hingga akhirnya berhasil diamankan.
Saat ditangkap, ia sudah dalam kondisi terluka dan mengeluarkan darah, diduga akibat benturan saat terjatuh.
Dede menambahkan, proses penangkapan sempat berlangsung menegangkan karena pelaku menodongkan benda menyerupai pistol ke arah warga.
Belakangan diketahui, senjata tersebut hanyalah pistol mainan jenis gas. Tak lama setelah itu, aparat Brimob tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang