Perusahaan FCMG Ini Bakal Umumkan PHK, Karyawan Sudah Diminta WFH

Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK

 Perubahan besar tampaknya sedang disiapkan PepsiCo di Amerika Utara. Perusahaan makanan dan minuman raksasa itu dilaporkan tengah meninjau ulang rantai pasok regionalnya di tengah negosiasi intens dengan Elliott Investment Management.

Langkah ini memicu kekhawatiran internal, terutama setelah perusahaan mengingatkan bahwa akan ada perubahan struktural yang berpengaruh pada sejumlah posisi.

Manuver tersebut disebut dapat mengarah pada langkah strategis yang diumumkan paling cepat dalam minggu ini. Informasi terkait rencana itu terungkap dari sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal, meski detail finalnya dilaporkan masih dalam proses.

Situasi semakin menegangkan ketika PepsiCo meminta banyak karyawan di kantor Amerika Utara, termasuk di kantor pusat di Purchase, New York, serta kantor di Chicago dan Plano, Texas, untuk bekerja dari rumah sepanjang minggu. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan WFH mendadak sering kali menjadi sinyal awal gelombang PHK di berbagai korporasi besar. Dalam pesan tertanggal 7 Desember, Chief People Officer PepsiCo Jennifer Wells menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan perubahan signifikan.

“Kami akan melakukan perubahan struktural pada bisnis kami yang akan memengaruhi sejumlah peran di dalam perusahaan,” tulis Wells kepada para karyawan, sebagaimana dikutip dari Transport Topics, Selasa, 9 Desember 2025.

Tekanan untuk melakukan transformasi datang dari Elliott, yang mengumumkan kepemilikan saham sekitar US$4 miliar di PepsiCo pada September lalu. Aktivis investasi itu menilai portofolio merek PepsiCo terlalu kompleks dan pangsa pasar minuman perusahaan terus menurun. 

Menurut sumber internal, Elliott mendukung penuh langkah-langkah perubahan yang saat ini disiapkan manajemen. PepsiCo disebut akan lebih menekankan pengembangan produk baru, strategi harga dan kemasan yang lebih efisien, hingga perubahan pada alokasi modal perusahaan. 

Meski begitu, perusahaan tidak diharapkan melakukan perubahan komposisi dewan. CEO PepsiCo Ramon Laguarta sebelumnya mengungkap bahwa perusahaan memang sedang mengeksekusi langkah penghematan biaya, peningkatan produktivitas, serta pembaruan sistem manufaktur. 

Tujuannya adalah membuka ruang investasi di lini bisnis lainnya. Para eksekutif juga sejak lama membahas soal perlunya merampingkan tenaga kerja, yang kerap menjadi kode untuk pengurangan karyawan.

Indikasi itu makin kuat setelah PepsiCo menutup dua fasilitas Frito-Lay di Orlando, Florida, pada November lalu. Penutupan tersebut berdampak pada lebih dari 450 pekerja. 

Performa saham PepsiCo sepanjang tahun ini juga belum menggembirakan. Nilainya turun sekitar 5 persen hingga pekan lalu, membuat kapitalisasi pasar perusahaan berada di kisaran US$200 miliar. Dalam daftar Transport Topics Top 100, PepsiCo menempati posisi kedua sebagai operator private carrier terbesar di Amerika Utara setelah memegang posisi pertama selama 14 tahun sebelum akhirnya digeser Walmart pada 2024.

Di sisi makanan ringan, Elliott meminta perusahaan untuk kembali fokus pada lini yang paling kuat. Beberapa merek sereal dan produk pantry seperti Life, Cap’n Crunch, Quaker Oats, hingga Rice-A-Roni disebut sebagai opsi yang layak dipertimbangkan untuk divestasi.

Sejak Elliott mengumumkan kepemilikan sahamnya, Laguarta menegaskan bahwa perusahaan bergerak cepat memperbarui portofolio dan memangkas biaya. Perubahan pun mulai terlihat, termasuk reformulasi varian barbecue Lay’s dengan menghilangkan pewarna buatan demi menggantinya dengan bahan alami. 

PepsiCo juga meluncurkan deretan produk Doritos dan Cheetos tanpa pewarna sintetis, sekaligus mengembangkan varian baru dengan kandungan protein dan serat lebih tinggi.