Cerita di Balik Pelaporan Ashanty oleh Mantan Karyawan. Berawal dari Dugaan Penggelapan Dana Perusahaan

Perampasan Aset, Ashanty, penggelapan dana, mantan karyawan, mantan karyawan ashanty, ashanty dilaporkan mantan karyawan, ashanty dilaporkan ke polisi, perampasan aset ashanty, ayu chairun nurisa, Cerita di Balik Pelaporan Ashanty oleh Mantan Karyawan. Berawal dari Dugaan Penggelapan Dana Perusahaan

Mantan karyawan artis Ashanty, Ayu Chairun Nurisa, melaporkan Ashanty ke polisi atas dugaan perampasan aset dan akses ilegal.

Pelaporan ini dilakukan setelah Ayu menilai tindakan yang dilakukan Ashanty terhadap aset pribadinya bersifat kriminal, meski kasus dugaan penggelapan dana yang dilaporkan Ashanty terhadap Ayu masih dalam proses hukum di Polres Tangerang Selatan.

Total ada tiga laporan yang dibuat Ayu, yakni satu laporan di Polres Tangerang Selatan dan dua laporan di Polres Jakarta Selatan pada 18 September 2025 dengan nomor laporan LP/B/3440/IX/2025/SPKT/POLRES METRO JAKARTA SELATAN dan LP/B/3442/IX/2025/SPKT/POLRES METRO JAKARTA SELATAN.

“Untuk perkaranya sendiri, ini Ashanty dan kawan-kawan ini, maupun karyawannya itu dilaporkan dalam dugaan tindakan perampasan, perampasan aset yang dimiliki oleh mantan karyawannya,” kata Stifan Heriyanto, kuasa hukum Ayu, dalam konferensi pers di Depok, Jumat (3/10/2025).

Kronologi Perampasan Aset

Kasus ini bermula ketika Ayu dilaporkan Ashanty atas dugaan penggelapan dana perusahaan. Pada 28 Mei 2025, Ayu dibawa ke kantor PT Hijau Dipta Nusantara, tempatnya bekerja sebagai karyawan finance selama delapan tahun.

“Waktu itu aku didatengin klien ya, aku datengin klien, di-briefing, habis itu dibawa ke kantor Hijau Dipta Nusantara,” kata Ayu melalui sambungan video call di kantor kuasa hukumnya di Depok.

Di kantor tersebut, Ayu diinterogasi beberapa karyawan Ashanty karena diduga melakukan penggelapan dana. Interogasi ini disaksikan langsung oleh Ashanty, Anang Hermansyah, dan lebih dari sepuluh orang lainnya, termasuk tim YouTube.

“Di situ ramai sih, ada Bunda Ashanty, ada Pak Anang-nya juga, terus ada tim YouTube, ramailah, ada mungkin lebih dari 10 orang ya di situ,” kata Ayu.

Setelah itu, tim Ashanty menyita handphone, laptop, dompet, KTP, kartu ATM, dan sandi M-banking milik Ayu secara paksa.

“Jadi tas aku tuh posisinya ada di Lumiere, tasnya itu ada laptop, ada dompet, KTP, ATM, gitu. Itu diminta secara paksa,” lanjut Ayu.

Beberapa hari kemudian, tim Ashanty mendatangi kediaman Ayu di Cirendeu pada dini hari, sekitar pukul 03.00, untuk mengambil mobil, perhiasan, dan sertifikat rumah.

Sertifikat rumah kemudian dikembalikan, namun mobil dan perhiasan masih berada di tangan tim Ashanty.

“Awalnya katanya buat jaminan. Tapi di situ di awal aku udah bilang aku kooperatif, aku bakal datang kalau dipanggil dan aku juga enggak kabur,” kata Ayu.

Kerugian Materiil dan Dampak pada Keluarga

Ayu mengaku mengalami kerugian materiil puluhan juta rupiah akibat perampasan aset tersebut. Nilai handphone dan laptop miliknya diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Selain itu, mobil dan perhiasan juga ikut dirampas oleh tim Ashanty.

Peristiwa ini juga meninggalkan trauma bagi keluarga Ayu, karena dilakukan pada dini hari dan disaksikan langsung oleh anggota keluarganya.

“Diambil itu pukul 02.00 sampai pukul 03.00 pagi lah, dini hari,” kata Stifan Heriyanto.

Dugaan Penggelapan Pajak Perusahaan

Selain perampasan aset, Ayu juga mengungkap dugaan penggelapan pajak di perusahaan Ashanty. Menurut Ayu, Ashanty kerap menitipkan uang operasional dan gaji karyawan ke rekening pribadinya sehingga laporan pajak perusahaan tidak transparan.

“Jadi sistemnya itu seperti itu, dari kantor terus ditransfernya ke rekening yang pegang, misalkan si A, siapa, gitu. Jadi ke situ baru ke karyawan,” kata Ayu.

Selama bekerja, Ayu juga kerap ditanya soal laporan pajak perusahaan.

“Iya karena terakhir aja nih yang di tahun ini, di tahun ini tuh aku masih diteleponin, ‘Laporan pajak gimana? Laporan pajak gimana?’ Berarti sampai waktu itu aku dihubungin itu memang mereka belum lapor pajak,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Ashanty belum memberikan tanggapan terkait laporan mantan karyawannya. Kompas.com telah mencoba menghubungi pihak artis tersebut, namun belum memperoleh jawaban.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul