Pandawara Ajak Beli Hutan, Mimpi yang Pernah Diwujudkan Doug Tompkins, Siapa Dia?

beli hutan, membeli hutan, Doug Tompkins, Pendiri The North Face, pandawara, doug tompkins, pendiri the north face, Pandawara Ajak Beli Hutan, Mimpi yang Pernah Diwujudkan Doug Tompkins, Siapa Dia?

Pandawara dan mimpi membeli hutan tengah ramai dibahas warganet di media sosial.

Mimpi dan rencana ini menyeruak selepas bencana banjir yang menerjang sebagian Pulau Sumatera akhir November lalu.

Rencana itu disampaikan melalui akun Instagram mereka, @pandawaragroup, Jumat (5/12/2025).

"Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia Bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan," tulisnya.

Warganet pun riuh membahas ini. Ada yang menilainya sebagai mimpi tak realistis. Padahal sebenarnya, sudah pernah ada sosok yang mewujudkan mimpi yang sama.

Siapa dia?

Doug Tompkins dan mimpi merawat Bumi

Mimpi membeli hutan sudah pernah diwujudkan oleh miliarder Douglas Rainsford Tompkins atau yang akrab disapa Doug Tompkins.

Pendiri The North Face itu pernah membeli hutan di wilayah Chile dan Argentina demi menyelamatkan Bumi.

Dilansir dari (12/7/2025), pria kelahiran 1943 itu mendirikan The North Face pada 1966 dengan tujuan membuat alam bebas lebih mudah diakses oleh semua orang, tidak memandang latar belakang atau kemampuan.

Meski berbentuk bisnis yang mencari untung, namun Doug berkomitmen untuk menyediakan perlengkapan berpetualang yang mengutamakan kebutuhan di atas kemewahan.

Diketahui, Doug sempat menikah dengan Susie Russel, pemilik atau CEO perusahaan pakaian Esprit yang cukup sukses saat itu.

Dalam bisnis Esprit, Doug juga menjabat sebagai direktur pemasaran, sementara Susie sebagai direktur desain.

Tepat pada tahun 1989, Doug menjual sahamnya di perusahaan AS kepada Susie, dan sebagian besar keuntungannya digunakan untuk konservasi alam.

Di tahun yang sama pula, pernikahan mereka kandas.

Meliarkan kembali lahan peternakan

beli hutan, membeli hutan, Doug Tompkins, Pendiri The North Face, pandawara, doug tompkins, pendiri the north face, Pandawara Ajak Beli Hutan, Mimpi yang Pernah Diwujudkan Doug Tompkins, Siapa Dia?

Doug dan Kristine memiliki mimpi yang sama, yaitu hidup sederhana dan memulihkan alam menjadi lebih baik. Kemudian mereka pun membeli hutan.

Dilansir dari CNN (13/11/2017), Doug lantas bertemu dengan Kristine McDivitt, CEO Patagonia.

Doug dan Kristine atau Kris, kemudian saling jatuh cinta dan memutuskan menikah pada 1993.

Doug dan Kristine memiliki mimpi yang sama, yaitu hidup sederhana dan memulihkan alam menjadi lebih baik.

Dengan menyatukan kekayaan mereka, Doug dan Kris pun berhasil membeli pegunungan, sungai, dan fjord di Chile juga Argentina (wilayah Patagonia) seluas lebih dari 809.000 hektar.

Fjord sendiri adalah lembah sempit yang dalam dan memanjang yang terbentuk akibat erosi gletser, yang kemudian terisi air laut.

Mereka lalu memutuskan pensiun dari bisnis masing-masing kemudian hidup di kabin terpencil yang tidak dilengkapi telepon dan internet. Bahkan, mereka juga tidak memiliki tetangga.

Berbekal pesawat kecil milik Doug, mereka menjelajahi wilayah-wilayah terliar di Patagonia untuk menyelamatkan hutan.

Dengan kekayaan yang dimiliki, mereka membeli lahan luas yang dulunya digunakan untuk peternakan dan penebangan.

Kawasan itu kemudian dibiarkan kembali liar, hingga mereka dapat memperkenalkan kembalinya spesies langka seperti puma dan jaguar. 

Mereka juga menghancurkan proyek pembangkit listrik yang dianggap membahayakan ekosistem Sungai Patagonia.

Mimpi terwujud saat Doug telah pergi

Meski langkah mereka mendapat kritik dan tentangan dari masyarakat setempat, namun pada akhirnya mimpi mereka terwujud.

Puncak perjuangan itu terjadi pada Maret 2017, ketika Kris Tompkins menyerahkan 404.000 hektar tanah kepada pemerintah Chile.

Sebagai balasannya, Presiden Michelle Bachelet menyisihkan 3,6 juta hektar tambahan untuk dijadikan cagar alam, menciptakan sistem taman nasional baru seluas negara Swiss.

Sayangnya, momen krusial itu tidak dihadiri Doug.

Pada akhir tahun 2015, Doug meninggal setelah terjatuh ke danau es saat reuni dengan sahabat lamanya.

Meski sempat terselamatkan, nyawanya tak tertolong. Dia meninggal di alam yang dia cintai.

“Ketika ia pergi, ia membawa serta yang terbaik dari diri saya, dan saya pun menyimpan yang terbaik dari dirinya,” ujar Kris dalam wawancara pertamanya setelah kepergian sang suami.

Dua minggu setelah kematiannya, Doug dianugerahi gelar kehormatan oleh pemerintah Chile.

Meski masih mendapat kritik dari sebagian politisi yang menilai aksi mereka sebagai bentuk “penjajahan baru”, Kris tetap melanjutkan perjuangan suaminya.

Baginya, menjaga alam bukan sekedar pilihan, tapi panggilan moral.

“Kita bisa hidup lebih sederhana agar dunia non-manusia tidak terus menghilang. Ini soal etika. Saya memilih berhenti di sini, karena ini tidak baik,” pungkas Kris.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang