Jangan Langsung Tidur, Ini 3 Doa Mustajab di Waktu Sahur yang Sayang Dilewatkan
Bagi sebagian besar umat Islam, bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan makan sahur sering kali menjadi tantangan fisik yang berat.
Rasa kantuk yang luar biasa dan lelahnya tubuh setelah seharian beraktivitas membuat banyak orang menyantap hidangan sahur dengan terburu-buru, lalu bergegas kembali tidur atau sekadar duduk diam menunggu azan Subuh.
Padahal, waktu sahur bukanlah sekadar "alarm biologis" untuk mengisi energi tubuh agar kuat menahan lapar.
Dalam kacamata spiritual, waktu menjelang fajar ini merupakan waktu emas (golden time) yang sangat berharga bagi seorang hamba untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta.
Mengutip informasi dari laman bmm.or.id, waktu sahur adalah momentum di mana jarak antara Allah SWT dan hamba-Nya menjadi sangat dekat.
Sayangnya, miliaran rahmat dan ampunan yang ditebarkan sering kali terlewatkan begitu saja karena kelalaian atau kesibukan bermain gawai sembari menunggu waktu Imsak.
Mengapa Sahur Disebut "Waktu Emas"?
Para ulama Salafus Shalih sangat menantikan waktu sahur bukan karena hidangannya, melainkan karena kemuliaan munajat di dalamnya. Sedikitnya ada tiga alasan utama mengapa waktu ini begitu istimewa:
1. Waktu Turunnya Allah ke Langit Dunia
Berdasarkan hadits shahih, pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT "turun" ke langit dunia untuk mencari hamba-Nya yang berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu saat sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni’." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
2. Pujian Khusus dalam Al-Qur'an
Allah SWT secara spesifik memuji golongan orang yang menghidupkan waktu sahur dengan istighfar. Dalam Surah Az-Zariyat ayat 18, disebutkan:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar (waktu sahur)."
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merujuk pada ciri-ciri calon penghuni surga yang menutup malamnya dengan merendahkan diri dan mengakui dosa di hadapan Allah.
3 Doa Pendek Mustajab Sebelum Imsak
Ilustrasi sahur. Kapan Batas Makan Sahur, Imsak atau Azan Subuh? Ini Kata MUI
Agar waktu di meja makan sahur menjadi lebih berkah, umat Islam dianjurkan melantunkan doa-doa yang memiliki makna mendalam. Berikut adalah 3 rekomendasi doa pendek namun powerful yang bisa diamalkan:1. Sayyidul Istighfar (Raja Istighfar)
Amalan paling utama di waktu sahur adalah memohon ampunan. Rasulullah SAW menjamin bahwa siapa pun yang membaca doa ini di malam hari dengan keyakinan, lalu meninggal sebelum Subuh, ia dijamin masuk surga.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allâhumma Anta Rabbî, lâ ilâha illâ Anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî, fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ Anta.
2. Doa Memohon Rahmat dan Jalan Keluar
Doa ini sering diucapkan Nabi Muhammad SAW saat menghadapi masalah berat atau kesempitan hidup. Sangat cocok bagi yang sedang menghadapi persoalan pekerjaan atau ekonomi.
Bacaan Arab:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yâ Hayyu Yâ Qayyûm, bi-rahmatika astaghîts, ashlih lî sya’nî kullah, wa lâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘ayn.
3. Doa Sapu Jagat
Sebagai penutup, gunakan doa komprehensif yang mencakup kebaikan di dunia maupun di akhirat.
Bacaan Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah, wa fil-âkhirati hasanah, wa qinâ ‘adzâban-nâr.
Waktu antara selesainya makan sahur hingga terbit fajar adalah momentum saat Allah SWT "membagikan" rezeki dan takdir baik. Jadikan meja makan Anda sebagai tempat munajat, bukan sekadar tempat mengisi nutrisi raga.
Selesai makan, duduklah sejenak menghadap kiblat dan lantunkan doa-doa di atas dengan hati penuh harap. Jangan biarkan momentum emas ini terlewat begitu saja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang