Bukan Cuti Bersama, Ini Dua Peringatan yang Jatuh pada 2 Januari 2026

Bukan Cuti Bersama, Ini Dua Peringatan yang Jatuh pada 2 Januari 2026

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 menetapkan, hari ini Jumat (2/1/2026) bukanlah tanggal merah.

Meskipun berdekatan dengan libur tahun baru pada Kamis (1/1/2026), tanggal 2 Januari bukanlah cuti bersama sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Kendati demikian, hari kedua pada tahun 2026 ini diperingati oleh beberapa kelompok masyarakat di belahan dunia lain.

Adapun perayaan yang jatuh pada hari ini yakni:

  • Hari Introvert Sedunia
  • Hari St. Basi. 

Lantas, bagaimana sejarah dua perayaan internasional yang jatuh pada 2 Januari? 

Hari Introvert Sedunia

Dilansir dari National Today, World Introvert Day atau World Introvert Day muncul dari gagasan Felicitas Heyne, seorang psikolog asal Jerman.

Ia menulis sebuah blog pada 2011 dan mengusulkan tanggal 2 Januari sebagai hari yang cocok bagi introvert di berbagai negara.

Heyne mengamati bagaimana orang introvert sering merasa kewalahan setelah rangkaian acara akhir tahun. Sehingga mereka butuh hari untuk menarik napas dan kembali ke ritme pribadi.

Introvert biasanya menikmati suasana yang lebih sunyi, dan hari ini memberi mereka alasan untuk melakukan itu tanpa rasa bersalah.

Untuk merayakannya, seseorang dapat melakukan aktivitas sederhana seperti:

  • Tinggal di rumah dan menikmati waktu sendiri
  • Berjalan santai tanpa keramaian
  • Membuat sesuatu yang kreatif untuk menenangkan pikiran.

Perayaan ini tidak menuntut pesta besar, malah mendorong orang untuk berhenti sejenak dan memahami kebutuhan diri.

Hari St. Basil

Selanjutnya, ada perayaan Hari St. Basil yang dirayakan beberapa gereja Barat pada 2 Januari. 

St. Basil dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah gereja dan sering dijuluki sebagai Bapak Monastisisme Komunal.

Ia memulai hidup sebagai calon pengajar, tetapi pengalaman rohaninya membawanya masuk ke kehidupan asketis.

Dari sana, ia menata komunitas monastik dan membantu membentuk tradisi yang masih berpengaruh hingga sekarang.

Kisah hidupnya berjalan dari Asia Minor ke berbagai wilayah lain, dan akhirnya ia memimpin Gereja Caesarea.

Banyak orang mengenang sosoknya lewat tradisi makan vasilopita, roti manis berisi koin yang dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa pun yang mendapatnya.

Pada perayaan ini, keluarga dapat melakukan aktivitas seperti:

  • Memotong roti dan menyisihkan bagian untuk Kristus, St. Basil, dan anggota keluarga
  • Saling mengunjungi rumah kerabat
  • Menyiapkan makanan tambahan untuk orang miskin sebagai bentuk kepedulian.

Walaupun kedua peringatan ini muncul dari latar yang sangat berbeda, keduanya menekankan ruang untuk refleksi.

Introvert merayakan hari tenang, sementara umat Kristen mengenang teladan St. Basil yang memilih hidup sederhana dan penuh pelayanan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang