1 Februari Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Penting di Dunia

peringatan, Hari Hijab Sedunia, Hari Aspergillosis, 1 Februari, 1 Februari Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Penting di Dunia

Tanggal 1 Februari diperingati dengan sejumlah hari penting berskala internasional yang mencakup isu sosial serta kesehatan.

Beberapa peringatan dunia tersebut antara lain Hari Hijab Sedunia dan Hari Aspergillosis Sedunia.

Masing-masing peringatan memiliki tujuan berbeda, mulai dari mendorong toleransi dan pemahaman lintas budaya, serta membangun kesadaran terhadap penyakit infeksi yang masih jarang diketahui masyarakat luas.

Berikut rangkuman peringatan yang jatuh pada 1 Februari 2026.

1. Hari Hijab Sedunia (World Hijab Day)

Hari Hijab Sedunia diperingati setiap 1 Februari sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan Muslim yang memilih mengenakan hijab.

Peringatan ini pertama kali dicanangkan oleh Nazma Khan, seorang perempuan Muslim asal New York City, pada 1 Februari 2013.

Pengalaman masa kecil Khan di New York membuatnya sering menghadapi prasangka karena memakai hijab ke sekolah, terutama pasca tragedi 11 September 2001.

Melalui Hari Hijab Sedunia, ia ingin mengurangi praktik diskriminasi yang kerap dialami perempuan berhijab.

Pada peringatan ini, perempuan dari berbagai latar belakang dan keyakinan diajak untuk mencoba mengenakan hijab selama sehari.

Inisiatif tersebut bertujuan menumbuhkan pemahaman serta toleransi antarumat beragama. Kini, Hari Hijab Sedunia telah diperingati di 190 negara di seluruh dunia.

2. Hari Aspergillosis Sedunia

Hari Aspergillosis Sedunia diperingati setiap 1 Februari untuk meningkatkan kesadaran tentang aspergillosis, jenis infeksi yang belum banyak dikenal masyarakat.

Melalui peringatan ini, diharapkan semakin banyak orang terdorong untuk memahami penyakit tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Aspergillosis merupakan infeksi akibat jamur aspergillus. Jamur ini umum terhirup dari udara, namun dapat menimbulkan kondisi serius pada individu dengan gangguan paru-paru, seperti penderita asma, tuberkulosis, dan cystic fibrosis.

Infeksi ringan biasanya dapat diatasi dengan obat antijamur. Namun, dalam banyak kasus, aspergillosis dapat menyebabkan batuk, demam, nyeri, hingga pendarahan.

Jika tidak ditangani, infeksi ini berisiko menyebar ke organ lain dan memicu gagal hati serta ginjal.

Pada kasus kronis, penanganan aspergillosis hanya dapat dilakukan melalui tindakan bedah berisiko tinggi yang dapat berujung pada kematian.

Secara global, lebih dari setengah juta orang meninggal setiap tahun akibat komplikasi yang berkaitan dengan aspergillosis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang