Diperingati Setiap 9 November, Apa Itu Hari Kebebasan Sedunia?

Tembok Berlin, Hari Kebebasan Sedunia, 9 November, Jerman, World Freedom Day, 9 november, 9 november diperingati hari, Diperingati Setiap 9 November, Apa Itu Hari Kebebasan Sedunia?

Setiap 9 November diperingati sebagai Hari Kebebasan Sedunia atau World Freedom Day, untuk mengenang runtuhnya Tembok Berlin di Jerman pada 9 November 1989.

 

Peringatan ini terkait dengan runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 1989, yang menandai berakhirnya komunisme di Eropa Tengah dan Timur, serta lahirnya kebebasan jutaan orang.

Adapun peringatan Hari Kebebasan Sedunia yang jatuh setiap 9 November ini ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush pada tahun 2001 silam.

Sejak tahun 2001, hari penting tersebut menjadi peringatan Federal di AS.

Asal Muasal Hari Kebebasan Sedunia

Pada akhir Perang Dunia II, Jerman terbagi menjadi Jerman Timur dan Jerman Barat.

Jerman Barat yang diduduki AS, Inggris, dan Prancis, sementara Jerman Timur dikuasai oleh Uni Soviet.

Pada tahun 1949, Jerman Timur menjadi negaranya sendiri. Ibu kota Berlin berada di dalam Zona Pendudukan Soviet.

Kondisi kehidupan antara Jerman Timur dan Barat sangat berbeda. Di Jerman Barat yang kapitalis, kondisi ekonomi berkembang pesat. Namun hal sebaliknya terjadi di Jerman Timur yang komunis.

Untuk menghindari kondisi keras yang diterapkan pemerintahan komunis, banyak orang Jerman Timur membelot ke Jerman Barat.

Pada akhir 1960-an, Jerman Timur telah kehilangan sebagian besar penduduknya, termasuk mayoritas tenaga kerjanya. Hampir 3 juta orang telah meninggalkan Jerman Timur selama periode tahun 1949 dan 1961.

Karena itu, pada 12-13 Agustus 1961, tentara Jerman Timur mulai mendirikan tiang-tiang beton dan memasang kawat berduri di antara Berlin Timur dan Barat saat tengah malam.

Ketika penduduk Berlin bangun keesokan paginya, mereka tidak dapat pergi ke sisi lain kota. Sekalipun mereka memiliki pekerjaan, atau keluarga di sisi lain, penduduk Berlin tidak dapat menyeberang. Mereka terjebak di sisi Berlin mereka selama beberapa dekade.

Beberapa hari kemudian, tentara Jerman Timur memasang tembok yang lebih kokoh. Akhirnya, ada pagar listrik, menara pengawas, dan ladang ranjau dipasang di sepanjang tembok sepanjang 91 mil.

Tembok Berlin pun menjadi simbol Perang Dingin.

Akhir Perang Dingin

Pada Juni 1982, Presiden AS Ronald Reagan mengunjungi Berlin untuk membahas isu tembok, perlombaan senjata, dan Perang Dingin.

Selanjutnya tahun 1987, ia kembali mengunjungi Tembok Berlin dan menyampaikan pidatonya yang kini terkenal, "Runtuhkan tembok ini!"

Singkatnya, pada tahun 1989, pemimpin baru Jerman Timur secara signifikan mengurangi pembatasan perjalanan dari Jerman Timur. Penjaga perbatasan mulai mengizinkan orang menyeberang dari Berlin Timur ke Berlin Barat.

Kemudian pada 9 November 1989, ketika warga Berlin menyadari perbatasan telah dibuka, ribuan orang berbondong-bondong mendatangi tembok. Mereka mulai memahat tembok dengan pahat dan palu. Sepotong demi sepotong, tembok itu runtuh.

Selanjutnya pada 3 Oktober 1990, Jerman Timur dan Barat bersatu kembali menjadi satu negara, yakni Jerman.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.