Top 11+ November Diperingati Hari Apa? Berikut Momen dan Maknanya

Setiap tanggal 11 November, beberapa kalangan masyarakat memperingati sejumlah momen dengan makna yang beragam.
Karena pada tanggal tersebut, setidaknya ada tiga peringatan, yakni Hari Bangunan Indonesia, Hari Yatim Piatu Sedunia, dan Hari Jomblo Sedunia.
Ketiganya memiliki nilai yang berbeda, mulai dari penghargaan terhadap pembangunan, kemanusiaan, hingga perayaan kemandirian individu.
Tiga Peringatan pada 11 November
Berikut penjelasan mengenai Hari Bangunan Indonesia, Hari Yatim Piatu Sedunia, dan Hari Jomblo Sedunia yang jatuh setiap 11 November:
1. Hari Bangunan Indonesia
Dilansir dari laman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Barat, setiap 11 November diperingati sebagai Hari Bangunan Indonesia.
Peringatan tersebut pertama kali dicetuskan oleh beberapa tokoh nasional dan didukung oleh para praktisi di sektor konstruksi.
Terdapat tujuh tokoh yang terlibat, yakni Dradjat Hoedajanto (Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), Eddy Hussy (Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia), Han Awal (budayawan), Munichy B Edrees (Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia), Siti Adiningsih Adiwoso (Ketua Green Building Council Indonesia), Wilfred A Sangkali (Ketua Asosiasi Precast Indonesia), dan Wiratman Wangsadinata (pakar konstruksi).
Hari Bangunan Indonesia dideklarasikan pada 11 November 2014. Dalam acara tersebut, hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, ratusan pelaku industri jasa konstruksi, serta akademisi di bidang konstruksi.
Tujuan ditetapkannya Hari Bangunan Indonesia adalah untuk mendorong percepatan pembangunan di Indonesia dengan kualitas yang baik, biaya yang efisien, serta sehat dan ramah lingkungan.
Tanggal 11 dipilih karena tersusun dari angka satu yang melambangkan pilar-pilar bangunan yang kokoh.
2. Hari Yatim Piatu Sedunia
Selain Hari Bangunan Indonesia, 11 November juga diperingati sebagai Hari Yatim Piatu Sedunia atau World Orphans Day. Peringatan ini menjadi bentuk kepedulian global terhadap anak-anak yatim piatu di seluruh dunia.
Peringatan ini dicetuskan oleh organisasi kemanusiaan asal Amerika Serikat, The Stars Foundation, pada tahun 2006. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat dunia agar lebih peduli terhadap nasib anak-anak tanpa orang tua yang sering kali hidup dalam kondisi rentan.
World Orphans Day juga menjadi momentum untuk menggalang dukungan, baik berupa bantuan material maupun moral, agar setiap anak yatim piatu dapat menikmati kehidupan yang layak dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Dengan memperingati Hari Yatim Piatu Sedunia, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam memberikan kasih sayang, perhatian, serta dukungan nyata kepada mereka yang membutuhkan.
3. Hari Jomblo Sedunia
11 November juga diperingati Hari Jomblo Sedunia atau Singles’ Day. Peringatan ini berasal dari China dan kini dikenal secara global.
Hari Jomblo Sedunia 11 November pertama kali dirayakan oleh para mahasiswa Universitas Nanjing pada tahun 1993. Deretan angka 11/11 dipilih karena dianggap melambangkan individu-individu lajang yang berdiri sendiri, sebagai simbol kebebasan dan kemandirian.
Awalnya, Singles’ Day 11 November dirancang sebagai bentuk penyeimbang dari Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day.
Para lajang merayakannya dengan menikmati hidup tanpa pasangan dan menegaskan pentingnya mencintai diri sendiri sebelum menjalin hubungan romantis.
Dalam perkembangannya, Hari Jomblo Sedunia berubah menjadi festival belanja terbesar di dunia, terutama berkat peran platform e-commerce raksasa seperti Alibaba yang menjadikan 11 November (11/11) sebagai ajang promo tahunan berskala global.
Kini, Hari Jomblo Sedunia 11 November tidak hanya menjadi simbol kemandirian, tetapi juga momen untuk memberikan hadiah kepada diri sendiri, sebuah bentuk apresiasi terhadap kehidupan pribadi dan semangat mencintai diri sendiri.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.