4 Medali Emas Panjat Tebing Indonesia dalam Dua Hari di SEA Games 2025, jadi Sinyal Kuat Menuju Olimpiade LA 2028

Atlet Panjat Tebing di SEA Games 2025
Atlet Panjat Tebing di SEA Games 2025

 Cabang olahraga panjat tebing kembali menunjukkan taringnya di ajang SEA Games 2025 Thailand. Dalam tempo dua hari saja, tim panjat tebing Indonesia sukses memborong empat medali emas, sebuah capaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi sinyal kuat besarnya potensi atlet muda Merah Putih menuju panggung dunia.

Empat emas tersebut diraih dari nomor lead putra, lead putri, speed putra, dan speed putri. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia FPTI Zannunba Ariffah Chafsoh menilai capaian ini sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan jangka panjang yang selama ini dilakukan secara menyeluruh, dari pusat hingga daerah.

Menurut Yenny Wahid, sapaan akrabnya, Indonesia masih memiliki banyak atlet muda panjat tebing berbakat yang siap bersaing di level internasional. Ia menegaskan bahwa prestasi di SEA Games kali ini hanyalah permulaan dari potensi besar yang dimiliki cabang olahraga tersebut.

“Keberhasilan ini juga menunjukkan besarnya potensi yang kita miliki, sebab masih banyak sekali atlet muda panjat tebing berbakat lainnya di seluruh Indonesia yang siap unjuk gigi,” ujar Yenny Wahid usai menyaksikan langsung pertandingan nomor speed di Kompleks Rajamangala, Bangkok, Sabtu 13 Desember 2025 dikutip Antara.

Medali emas pertama dipersembahkan Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany dari nomor lead putra dan putri pada Jumat. Sehari berselang, dominasi Indonesia berlanjut lewat All Indonesian Finals di nomor speed. Antasyafi Robby Al Hilmi tampil tenang hingga merebut emas speed putra, sementara Puja Lestari memastikan emas di sektor putri.

Secara keseluruhan, dalam dua hari pertandingan, kontingen panjat tebing Indonesia telah mengoleksi delapan medali SEA Games 2025 yang terdiri dari empat emas, tiga perak, dan satu perunggu. Yenny menilai hasil tersebut sebagai buah dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan FPTI, mulai dari pemusatan latihan nasional hingga pembinaan atlet di daerah.

Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, mayoritas peraih emas panjat tebing Indonesia masih berusia sangat muda. Tiga dari empat atlet emas bahkan belum menginjak usia 20 tahun. Cikal baru berusia 15 tahun, Alma 16 tahun, dan Robby 18 tahun. Hanya Puja Lestari yang berusia di atas 20 tahun, yakni 22 tahun.

Robby bahkan menunjukkan mental luar biasa saat menghadapi atlet senior Alfian M Fajri di final speed putra. Ketangguhan mental atlet muda ini dinilai Yenny sebagai modal penting untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa depan.

Menatap ke depan, Yenny memandang SEA Games 2025 sebagai pijakan awal menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Ia optimistis bahwa hasil positif ini bisa berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi di level dunia.

“Ini modal yang sangat berharga dalam persiapan mengejar target Olimpiade LA 2028. Kami optimistis bahwa dengan kekuatan atlet muda dan hasil positif ini dapat mendukung tercapainya target tersebut,” kata Yenny.

Peluang Indonesia untuk menambah medali dari cabang panjat tebing masih terbuka. Nomor bouldering putra dan putri dijadwalkan berlangsung pada Minggu 14 Desember. Di sektor putra, Rizky Aditya yang masih berusia 17 tahun akan bersaing dengan Bomantara Bintang Prayuda dan Mohammad Ferza Fernanda Abdi. Sementara di sektor putri, Mayra Azalia Nabila yang berusia 15 tahun siap menantang Nur Simatul Sakdia dan Nur Khalishah.

Dengan dominasi atlet muda dan hasil gemilang di SEA Games 2025, panjat tebing Indonesia kini tak hanya bicara soal Asia Tenggara, tetapi juga mulai menatap panggung Olimpiade.