Tim Tenis Putri Indonesia Ukir Sejarah, Lolos ke Playoff Billie Jean King Cup usai 22 Tahun Penantian

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen

Tim tenis putri Indonesia mencatatkan pencapaian penting di level internasional. Setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade, skuad Merah Putih akhirnya memastikan tiket ke babak playoff qualifier Billie Jean King Cup usai tampil impresif pada Grup I Asia/Oceania di New Delhi, India.

Keberhasilan tersebut disambut antusias oleh Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI), yang langsung menyiapkan program lanjutan demi menjaga momentum positif tim menuju babak playoff pada November 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal PELTI, Andi Fajar, menegaskan federasi tidak ingin pencapaian ini berhenti sebagai euforia sesaat. Menurut dia, langkah berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding para pemain, terutama mereka yang masih minim jam terbang di level internasional.

“Program sudah berjalan. Para pemain akan memilih turnamen yang bisa dimanfaatkan untuk meraih poin,” kata Andi, Minggu 12 April 2026.

Indonesia tampil solid sepanjang turnamen dengan mencatat empat kemenangan dari lima pertandingan. Tim yang diperkuat Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Junarto, dan Meydiana Laviola, serta dikapteni Christopher Rungkat, sukses menumbangkan Selandia Baru, Mongolia, India, dan Korea Selatan.

Satu-satunya kekalahan Indonesia datang saat menghadapi Thailand pada laga terakhir, namun hasil tersebut tetap cukup untuk mengantar Indonesia finis sebagai runner-up grup. Andi menilai capaian ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan tenis putri Indonesia, mengingat terakhir kali Merah Putih menembus fase serupa terjadi pada 2004 silam.

“Selamat untuk tim kita yang berhasil lolos ke tahap berikutnya. Ini perjuangan luar biasa, tim menunjukkan kekompakan dan mampu berada di posisi runner-up,” ujarnya.

Menurut Andi, membangun tim kompetitif untuk ajang beregu putri sekelas Billie Jean King Cup bukan perkara instan. Ia menekankan bahwa proses pembinaan yang konsisten selama bertahun-tahun mulai menunjukkan hasil nyata.

“Ini perjalanan panjang. Turnamen ini merupakan salah satu yang paling bergengsi di tenis putri,” katanya.

Menghadapi playoff qualifier November mendatang, tantangan yang menanti Indonesia dipastikan jauh lebih berat. Sejumlah negara elite dunia berpotensi menjadi lawan, mulai dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Slovenia, Polandia, hingga Swiss atau Ceko.

PELTI kini masih menunggu hasil undian resmi untuk mengetahui lawan Indonesia di fase playoff berikutnya. Andi menyebut federasi belum bisa menyusun simulasi pertandingan secara spesifik sebelum hasil drawing diumumkan.

Di sisi lain, PELTI juga mulai mempersiapkan regenerasi tim dengan memberi jam terbang lebih banyak kepada pemain muda seperti Anjali Junarto dan Meydiana Laviola. Keduanya diproyeksikan mengikuti sejumlah turnamen level ITF kategori W15 guna menambah pengalaman bertanding sekaligus mendongkrak peringkat dunia.

Dalam waktu dekat, Anjali dan Meydiana dijadwalkan tampil pada rangkaian turnamen di Singapura serta Malaysia sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.

Andi menegaskan seluruh agenda yang disusun PELTI saling terintegrasi, tidak hanya untuk Billie Jean King Cup tetapi juga sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang multi-event besar seperti Asian Games 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan fondasi tim yang mulai terbentuk dan kombinasi pemain senior serta junior yang menjanjikan, PELTI optimistis Indonesia bisa semakin kompetitif di level Asia.

“Kami optimistis, peluang di sektor putri cukup terbuka. Yang terpenting atlet tetap dalam kondisi prima dan terhindar dari cedera,” Harap Andi. (Ant)