Sejarah 40 Tahun Terulang! 7 Fakta Menarik Klub Milik Orang Kaya Indonesia Tembus Perempat Final Coppa Italia
Klub milik orang kaya Indonesia, Como 1907, menorehkan sejarah besar di ajang Coppa Italia. I Lariani memastikan tiket ke perempat final Coppa Italia usai menumbangkan Fiorentina dengan skor meyakinkan 3-1 pada babak 16 besar di Stadion Artemio Franchi, Florence, Rabu dini hari WIB, 28 Januari 2026.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena menjadi kali pertama Como kembali menembus perempat final Piala Italia setelah penantian 40 tahun.
Fiorentina sebenarnya sempat unggul lebih dahulu lewat gol Roberto Piccoli pada menit ketujuh setelah menerima umpan Giovanni Fabbian. Namun Como menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan.
Gol penyeimbang Como dicetak Sergi Roberto pada menit ke-20 memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Como tampil semakin percaya diri. Nico Paz membawa tim tamu berbalik unggul 2-1 pada menit ke-60 lewat sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Fiorentina, Oliver Christensen.
Kemenangan Como dipastikan pada masa injury time. Tepat menit 90+1, umpan Nicolas-Gerrit Kühn berhasil dikonversi menjadi gol oleh Álvaro Morata, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Como.
Hasil ini memastikan Como akan menghadapi Napoli pada babak perempat final Coppa Italia yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, pada 10 Februari mendatang.
Berikut 7 fakta menarik di balik kemenangan bersejarah Como:
1. Kembali ke Perempat Final Setelah 40 Tahun
Como terakhir kali mencapai perempat final Coppa Italia pada musim 1985/1986. Saat itu, mereka bahkan sukses menyingkirkan Juventus di babak 16 besar.
2. Menang di Kandang Lawan
Kemenangan 3-1 diraih Como di markas Fiorentina, Stadion Artemio Franchi, yang dikenal sebagai salah satu kandang tersulit di Italia.
3. Comeback Berkelas
Como sempat tertinggal lebih dulu, namun mampu mencetak tiga gol balasan melalui Sergi Roberto, Nico Paz, dan Álvaro Morata.
4. Gol Morata Penentu
Gol Morata di masa injury time menjadi penutup sempurna sekaligus mematikan harapan Fiorentina untuk bangkit.
5. Regenerasi Jalan Terus
Duel ini juga menjadi momen berharga bagi talenta muda akademi Como. De Paoli dan Pisati mendapat panggilan pertama ke tim utama dan merasakan atmosfer skuad senior.
6. Perjalanan Sejarah Coppa Italia
Menurut data Opta, ini adalah perempat final Coppa Italia kedua sepanjang sejarah Como, setelah sebelumnya terjadi hampir empat dekade lalu.
7. Tantangan Berat Menanti
Di perempat final, Como akan menghadapi Napoli di Stadion Diego Armando Maradona. Laga tersebut menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Como melanjutkan kejutan di Coppa Italia.
Keberhasilan ini semakin menegaskan kebangkitan Como sebagai kekuatan baru di sepak bola Italia. Dengan sejarah yang terulang setelah 40 tahun, Como kini berada di ambang pencapaian yang lebih besar di Coppa Italia musim ini.