Banjir Bandang Terjang 11 Desa di Brebes, Tiga Orang Tewas

Banjir bandang terjang 2 kecamatan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah
Banjir bandang terjang 2 kecamatan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah

 Banjir bandang yang menerjang 11 desa di Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, 8 November 2025, menewaskan 3 orang dan merusak rumah warga , infrastruktur jalan desa, hingga sekolah.

Plt. Kepala BPBD Brebes Wibowo Budi Santoso menjelaskan, bahwa banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya Sungai Keruh dan Sungai Erang menyebabkan sebelas desa di dua kecamatan di Brebes terendam banjir.

Untuk di Kecamatan Sirampog ada lima desa yang diterjang banjir bandang, yakni Desa Dawuhan, Igirklanceng, Desa Benda, Desa Plompong dan Desa Kaligiri. 

"Sementara di Kecamatan Bumiayu ada 6 desa,  dari mulai Desa Penggarutan, Desa Dukuhturi, Desa Kalierang, Desa Langkap, Desa Adisana dan Desa Kalinusu," kata Wibowo.

Untuk korban jiwa berjumlah 3 meninggal dunia. Ketiganya yakni Susworo (26) warga Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog. Kedua Joni (35) warga Desa Dawuhan. Dan ketiga Haikal Alvi (27) warga Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu.

"Korban jiwa akibat bencana banjir bandang, dua orang asal Kecamatan Sirampog meninggal akibat terseret banjir bandang dan seorang lagi warga Desa Kalierang yang meninggal akibat tersetrum listrik dan terseret," ujar Wibowo.

Sekolah Diliburkan

SD Negeri di Kecamatan Bumiayu, Brebes terdampak banjir bandang

Sementara di Desa Kalierang ada 4 sekolah dasar (SD), terpaksa diliburkan akibat ruangan kelas siswa dan guru, penuh kotoran lumpur akibat diterjang banjir bandang yang merendam bangunan sekolah.

Petugas gabungan dari BPBD Brebes, Damkar, TNI/Polri dan warga, selama dua hari terakhir terus membersihkan kotoran material lumpur, baik di rumah warga, jalan hingga sekolah-sekolah terdampak banjir bandang.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Aditya Perdana mengatakan saat ini ada empat SD negeri di Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu yang terpaksa diliburkan dan siswa dianjurkan belajar di rumah masing-masing.

Keempat sekolah tersebut yakni SD Negeri Kalierang 01, 02, 03 dan SD Negeri Kalierang 04 di Kecamatan Bumiayu. Alasannya ungkap Aditiya, pihak sekolah hingga saat masih terus melakukan pembersihan.

"Harapannya saat nantinya digunakan untuk proses belajar mengajar. Siswa aman saat diajar guru di sekolah," kata Aditya, Senin, 10 November 2025.

Dinas Pendidikan berencana meliburkan selama dua hari yakni Senin dan Selasa besok. Disamping itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Brebes dan Damkar guna mempercepat pembersihan dengan melakukan penyemprotan lumpur-lumpur dan sampah yang terbawa banjir 

"Harapannya nanti sekolah tidak licin. Apalagi bila ada apa-apa di sekolah menjadi tanggung jawab ibu bapak guru. Makanya pihak sekolah tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Aditya.

Sementara Sekda Brebes Tahroni menegaskan, pihaknya saat ini sudah melakukan penanganan dini di area-area pusat pembelajaran. Menurutnya, kalau masih memungkinkan untuk proses pembelajaran, pihaknya akan melakukan.

"Mungkin dalam waktu tiga hari baru kita bisa dilakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)," kata Tahroni.

Meski begitu, dirinya mengimbau kepada masyarakat Bumiayu dan sekitarnya untuk waspada bersama-sama. Sebab, cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi sehingga butuh antisipasi dengan langkah-langkah preventif.

Laporan: Tri Handoko/tvOne Brebes