4 Sungai Meluap Serentak, Ribuan Rumah dan 183 Hektare Lahan Pertanian Terendam di Padang Pariaman
Banjir kembali melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah curah hujan tinggi tiga hari berturut-turut menyebabkan empat sungai meluap.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut total 183 hektare lahan pertanian terendam akibat luapan air sungai yang tidak mampu menahan intensitas hujan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa hujan deras disertai angin kencang dua hari sebelumnya memperburuk kondisi.
Empat sungai yang meluap adalah Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Aliran air dari sungai-sungai ini membanjiri 21 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Padang Pariaman.
Seberapa Parah Dampak Banjir Terhadap Warga dan Infrastruktur?
Menurut laporan BNPB, banjir sempat surut pada Minggu (23/11/2025) malam. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi pada hari berikutnya membuat tinggi muka air kembali naik, berkisar antara 30 hingga 150 sentimeter.
"138 hektar lahan pertanian terdampak, 26 hektar kebun terendam. Air yang sempat surut Minggu malam kembali naik. Tinggi muka air rata-rata antara 30-150 centimeter," kata Abdul.
Wilayah yang terdampak mencakup Kecamatan Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuk Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, 2x11 Enam Lingkung, Enam Lingkung, Nan Sabaris, hingga V Koto. BNPB juga melaporkan dua dari total 3.076 rumah terendam mengalami kerusakan.
Selain rumah warga, fasilitas umum juga terdampak. Kerusakan terjadi pada jalan penghubung antardesa, dua jembatan, satu bendungan, dua saluran irigasi, serta satu sekolah dasar.
"Kerusakan juga terjadi pada jalan depan RSUD Padang Pariaman dan jalan rabat beton Korong Pasa Limau," ujar Abdul.
Sebanyak 9.228 warga terdampak banjir kini berada dalam pendampingan petugas gabungan. Dari jumlah tersebut, 258 orang harus mengungsi ke mushala dan rumah yang tidak terdampak di wilayah Kampung Galaluang, Parik, dan Palak Pisang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana setelah wilayah tersebut dilanda banjir, longsor, dan pohon tumbang sejak Jumat, 21 November 2025.
Keputusan ini diambil setelah melihat luasnya dampak bencana serta keterbatasan kemampuan penanganan menggunakan sumber daya lokal.
"Semua personel terkait harus bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga dan penanganan darurat," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Senin (24/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa penetapan status tersebut dilakukan berdasarkan kajian pemerintah daerah dan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.