Wardatina Mawa Tolak Damai, Kuasa Hukum Tegaskan Keputusan Cerai dari Insanul Fahmi Sudah Bulat

Wardatina Mawa.
Wardatina Mawa.

 Pole­mik rumah tangga antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi terus bergulir tanpa tanda-tanda mereda. Di tengah berbagai pernyataan publik yang muncul, pihak Wardatina Mawa akhirnya menegaskan sikapnya secara terbuka. 

Melalui kuasa hukumnya, Darma Praja Pratama, Mawa disebut menolak upaya perdamaian dan telah mantap memilih jalur perceraian. Sikap ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang terjadi serta proses hukum yang masih berjalan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.

Pihak kuasa hukum Mawa menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada pembicaraan perdamaian yang jelas dan serius. Ia menyebut bahwa klaim adanya upaya damai tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi kliennya.

“Kalau kita bicara masalah perdamaian ya. Perdamaiam sampai detik ini memang tidak ada arah pembicaraan perdamaian sampai sekarang,” ujarnya kepada awak media. 

Menurutnya, satu-satunya komunikasi yang dilakukan hanyalah permintaan pertemuan berdua dari pihak Insanul Fahmi, yang langsung ditolak oleh Wardatina Mawa.

“Hanya memang ada dari pihak Insan itu mengirimkan WA kepada Mawa untuk bertemu berdua. Itu ditolak oleh Mawa. Karena hanya berdua, dia keberatan gitu,” lanjutnya. 

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Darma menjelaskan bahwa Mawa ingin melihat adanya itikad baik yang nyata dan dilakukan secara beretika.

“Ya, dia melihat mau melihat benar-benar etikat baiknya gitu. Apakah ya melihat ketulusannya gitu. Jangan cuma mau, ayo kita ketemu yuk berdua. Ya berdua aja terus mau ngapain gitu kan?” tambahnya. 

Ia menilai, dalam kondisi konflik rumah tangga yang sudah kompleks, pertemuan berdua justru tidak relevan.

“Sedangkan posisinya udah kayak gini gitu. Jadi berat jugalah enggak mungkin untuk dilakukan berdua aja gitu,” jelasnya. 

Menurut Darma, jika memang ada niat untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik, seharusnya dilakukan dengan melibatkan keluarga.

“Ya etikanya juga mungkin dia bisa harusnya kan datang ke keluarganya Mawa gitu kan. Mungkin minta maaf seperti itu ya,” katanya lagi. 

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut akan jauh lebih pantas dan menunjukkan kesungguhan.

“Alangkah baiknya seperti itu gitu kan, lebih sopan lebih enak kan gitu.”

Terkait isu mediasi bertiga yang sempat disampaikan ke publik, Darma menyatakan dirinya belum menerima informasi apa pun.

“Hanya memang kalau ada mau ada mediasi pasti saya tahu, tapi sampai detik ini belum ada mediasi apapun itu,” terangnya. 

Selain persoalan perdamaian, Darma mengungkapkan bahwa laporan polisi di Polda Metro Jaya masih berjalan dan belum ada pihak yang memenuhi panggilan.

“Laporan yang di Polda Metro. Ee untuk sampai sekarang memang pihak dari Insan dan pihak dari Inara pengetahuan saya kemarin saya cek belum ada yang datang. Satu pun belum ada yang datang karena meminta diundur jadwalnya,” ujarnya. 

Meski ada pihak yang berharap tetap bersama, Darma menegaskan bahwa Wardatina Mawa sudah mengambil keputusan tegas.

“Oh, Mawa udah tegas bahwa dia akan pisah akan melakukan perbuatan perceraian namun memang menunggu proses di kepolisian ini dulu gitu kan. Karena pastinya kan akan menguras waktu dan tenaga,” tegasnya. 

Saat ditanya apakah keputusan itu masih bisa berubah, Darma menjawab lugas:

“Sudah sudah, sudah. Apalagi untuk di poligami ya,” tegasnya lagi. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pintu rujuk telah tertutup, dan Wardatina Mawa kini memilih fokus pada penyelesaian proses hukum serta langkah perceraian secara resmi.