Makin Panas! Wardatina Mawa Ngaku Diancam 20 Tahun Penjara, Begini Reaksi Insanul Fahmi

Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.
Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.

 Konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa terus menjadi sorotan. Di tengah proses perceraian yang masih berjalan, polemik justru semakin melebar setelah muncul isu ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun yang diterima Wardatina.

Seperti diketahui, keretakan hubungan keduanya bermula dari perselingkuhan yang menyeret nama Inara Rusli. Tak hanya itu, Insanul Fahmi juga telah menikah siri dengan Inara, yang kemudian memicu langkah hukum dari Wardatina. Ia melaporkan keduanya atas dugaan perzinaan sekaligus menggugat cerai ke Pengadilan Agama Medan. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di tengah proses tersebut, Wardatina mengungkap adanya pesan bernada ancaman yang menyebut dirinya bisa dipenjara hingga dua dekade. Curhatan ini pun langsung memancing reaksi publik dan memperkeruh suasana.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, akhirnya angkat bicara. Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial yang dinilainya rawan disusupi kabar tidak akurat.

"Iya, jadi kalau kita melihat ini kan dipicu berbagai macam postingan, omongan, dan lain-lain yang tentunya kita juga harus hati-hati. Karena di sini banyak buzzer, banyak berita informasi yang menyeret-nyeret atau memberikan satu informasi yang kurang baik ya. Kurang baik itu artinya bisa juga itu jadi kayak hoax gitu kan," tutur Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul Fahmi di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Tommy, konflik yang terjadi sebenarnya tidak lepas dari persoalan komunikasi antara kedua belah pihak. Ia menilai, masalah yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal justru melebar karena dibawa ke ruang publik.

"Terus akhirnya terjadinya perselisihan ini kan sebenarnya komunikasi saja. Komunikasi di mana adanya komunikasi antara dua belah pihak terus akhirnya di-posting-lah di media sosial," sambungnya.

Lebih jauh, Tommy juga berharap meski hubungan rumah tangga keduanya berada di ujung tanduk, komunikasi yang baik tetap bisa terjalin. Ia menilai, menjaga hubungan secara profesional dan saling mendukung, terutama dalam urusan bisnis, merupakan langkah yang lebih konstruktif.

"Biarpun pisah, biarpun udah nggak lagi, tapi kan hubungannya masih baik terus men-support bisnisnya Mawa, men-support bisnisnya Insanul itu kan sebenarnya langkah positif," harapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, ia menyayangkan sikap saling membuka percakapan pribadi ke publik yang justru memperkeruh keadaan. Tommy menegaskan bahwa ranah rumah tangga seharusnya tidak menjadi konsumsi umum.

"Bukan malah yang ini mempostingkan hal-hal semua chating-chating, yang ini meresponsnya juga begitu kan. Saya sih nggak bela siapa-siapa, cuma saya berpikir ini adalah ranah rumah tangga yang nggak perlu dipublik, nggak perlu dibuka di media sosial gitu kan sehingga menimbulkan jadi efeknya kurang baik kan, nggak mendidik juga karena yang parah lebih parah keadaan kondisinya daripada kasus rumah tangga ini juga lebih banyak," pungkas Tommy.